USK dan CCEP Indonesia Fasilitasi Uji Pasar Produk Bina Kuliner Nusantara 2026 pada Expo Konferensi Internasional AIC 2026

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia terus memperkuat pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan soft skills*dan praktik pengolahan produk kuliner (hands-on cooking), program tersebut kini memasuki tahapan uji pasar (market testing), salah satunya melalui partisipasi produk peserta dalam Expo The 16th Annual International Conference (AIC 2026) yang berlangsung pada 4–5 November 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kegiatan uji pasar ini menjadi bagian penting dari proses pendampingan terhadap para peserta Bina Kuliner Nusantara 2026, yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni USK dengan masa kelulusan kurang dari satu tahun yang menjalankan usaha di bidang makanan dan minuman (food and beverage/F&B). Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kuliner yang telah dikembangkan setelah mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kapasitas usaha, penguatan keterampilan produksi, inovasi produk, pengelolaan keuangan, serta pemasaran digital.

Dalam pelaksanaannya, peserta Bina Kuliner Nusantara 2026 menitipkan produk usaha mereka pada stan Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK yang turut berpartisipasi dalam kegiatan Expo AIC 2026. Partisipasi ini menjadi salah satu fasilitas yang disediakan oleh panitia Bina Kuliner Nusantara untuk memperluas akses pasar peserta sekaligus memberikan pengalaman dalam memperkenalkan produk kepada calon konsumen dari berbagai kalangan.

The 16th Annual International Conference (AIC 2026) merupakan konferensi ilmiah internasional tahunan yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala dengan mengusung tema Advancing Research and Innovation for a Resilient, Green, and Inclusive Future. Kegiatan tersebut menjadi forum pertemuan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai bidang keilmuan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Melalui momentum konferensi internasional tersebut, produk kuliner mahasiswa dan alumni USK memperoleh ruang promosi yang lebih luas, sekaligus berkesempatan menjangkau segmen konsumen di luar pasar yang selama ini mereka layani. Program Bina Kuliner Nusantara 2026 dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga mendorong penerapan hasil pelatihan secara langsung melalui aktivitas bisnis yang nyata.

Pada tahap sebelumnya, para peserta telah mengikuti berbagai pembekalan yang meliputi penguatan mental kewirausahaan, strategi pemasaran, fotografi dan videografi produk, digital branding, literasi keuangan, perhitungan biaya produksi, penetapan harga jual, komunikasi bisnis, serta keterampilan negosiasi. Selain itu, peserta juga memperoleh pengalaman praktik langsung dalam pengembangan produk kuliner melalui rangkaian hands-on cooking, mulai dari standardisasi resep dan estetika penyajian makanan, pembuatan minuman kreatif, pengolahan frozen food, pembuatan roti tawar dan roti manis, hingga pengembangan menu one dish meal.

Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, peserta diarahkan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh melalui proses peningkatan kualitas usaha dan produk (business upgrading). Tahapan uji pasar dilakukan dengan dua pendekatan utama. Pertama, para peserta memasarkan kembali produk yang telah ditingkatkan kualitasnya kepada pelanggan yang selama ini telah menjadi konsumen usaha mereka. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengevaluasi tanggapan pelanggan terhadap perubahan kualitas, cita rasa, kemasan, tampilan, maupun harga jual produk.

Kedua, panitia Bina Kuliner Nusantara menghadirkan berbagai kegiatan pendukung yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menjangkau konsumen baru, salah satunya melalui partisipasi dalam Expo AIC 2026. Uji pasar melalui kegiatan expo diharapkan menjadi sarana untuk mengukur daya tarik produk, mengidentifikasi preferensi konsumen, memperoleh masukan terhadap kualitas dan harga, serta mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran yang telah diterapkan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bisnis berbasis pengalaman nyata.

Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan konsistensi para peserta yang telah mengikuti berbagai tahapan Program Bina Kuliner Nusantara 2026 hingga memasuki fase uji pasar. “Kami sangat mengapresiasi semangat dan kesungguhan para mahasiswa serta alumni yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan Bina Kuliner Nusantara 2026. Setelah memperoleh berbagai pembekalan, mulai dari pengelolaan bisnis hingga praktik langsung menghasilkan produk kuliner, kini mereka memasuki tahapan yang tidak kalah penting, yaitu menguji produk secara langsung di pasar. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami respons konsumen dan terus meningkatkan kualitas usaha mereka,” ujar Evi.

Menurutnya, tahapan uji pasar merupakan proses penting yang memungkinkan peserta mengukur kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen sekaligus mengidentifikasi aspek bisnis yang masih perlu diperbaiki. “Kami tidak ingin program ini hanya berhenti pada kegiatan pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh harus benar-benar diterapkan dalam aktivitas usaha. Melalui uji pasar, peserta dapat mengetahui apakah produk yang mereka tawarkan sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen, bagaimana tanggapan terhadap harga dan kemasan, serta strategi apa yang harus diperbaiki untuk meningkatkan penjualan. Inilah proses pembelajaran kewirausahaan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Evi menjelaskan bahwa keikutsertaan produk peserta dalam Expo AIC 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan konkret panitia dalam menyediakan akses pasar dan kesempatan promosi bagi wirausahawan muda USK. “Kami berupaya menghadirkan berbagai fasilitas pendukung agar peserta mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui Expo AIC 2026, di mana produk peserta dapat dipasarkan melalui stan Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus membuka peluang pengembangan pasar bagi usaha mahasiswa dan alumni,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CCEP Indonesia atas dukungan dan komitmennya sebagai mitra strategis Universitas Syiah Kuala dalam pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin dengan Universitas Syiah Kuala. Program Bina Kuliner Nusantara 2026 menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan mahasiswa dan alumni. Kami sangat menghargai komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung program yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong peserta untuk menerapkan keterampilan mereka secara langsung dalam pengembangan usaha,” ungkap Wira.

Menurutnya, penguatan kewirausahaan mahasiswa harus diarahkan pada penciptaan usaha yang benar-benar mampu berkembang dan memiliki daya saing di pasar. “Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu menjualnya, memahami kebutuhan konsumen, mengelola keuangan, serta membangun usaha yang berkelanjutan. Karena itu, setelah pelatihan, kami mendorong peserta untuk melakukan uji pasar, baik kepada pelanggan yang sudah mereka miliki maupun melalui kegiatan expo seperti AIC 2026. Harapannya, mereka dapat memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi pasar dan memperkuat model bisnis masing-masing,” jelasnya.

Wira juga menambahkan bahwa rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026 masih akan berlanjut melalui berbagai kegiatan pendampingan untuk memperkuat kesiapan usaha peserta sebelum memasuki tahapan akhir program. Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.

Ia menegaskan bahwa Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha secara nyata. “Universitas Syiah Kuala mendukung penuh pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026 sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Kami ingin mahasiswa dan alumni tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam memasarkan produk, menghadapi konsumen, dan mengembangkan usaha. Tahapan uji pasar seperti ini sangat penting untuk membangun mental kewirausahaan yang tangguh dan adaptif,” ujar Rina.

Menurutnya, partisipasi produk mahasiswa dalam kegiatan expo yang terintegrasi dengan konferensi internasional merupakan kesempatan untuk memperkenalkan potensi kewirausahaan mahasiswa kepada khalayak yang lebih luas. “Kami berharap mahasiswa mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan memperluas jejaring bisnis. Kehadiran produk-produk Bina Kuliner Nusantara dalam Expo AIC 2026 menjadi langkah positif untuk memperkenalkan kreativitas dan potensi usaha mahasiswa USK. Kami juga mengapresiasi kolaborasi dengan CCEP Indonesia yang terus mendukung pengembangan wirausahawan muda. Semoga program ini dapat melahirkan usaha-usaha mahasiswa yang semakin mandiri, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh,” tambahnya.

Setelah pelaksanaan uji pasar melalui Expo AIC 2026, panitia Program Bina Kuliner Nusantara 2026 telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan untuk memperkuat kesiapan usaha peserta sebelum memasuki tahapan akhir program. Agenda berikutnya adalah Seminar Motivasi Berwirausaha pada 12 November 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kembali semangat, kepercayaan diri, dan komitmen peserta dalam menghadapi berbagai tantangan pengembangan usaha. Selanjutnya, pada 18 November 2026, panitia akan menyelenggarakan Workshop Pengurusan Perizinan Usaha sebagai bentuk pendampingan dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya legalitas dan pemenuhan persyaratan usaha.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami aspek administrasi dan perizinan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional. Sebagai puncak rangkaian program, Expo Akhir Bina Kuliner Nusantara 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–28 November 2026. Kegiatan expo tersebut direncanakan menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan dan memasarkan produk yang telah dikembangkan selama mengikuti program, sekaligus menunjukkan perkembangan usaha setelah memperoleh berbagai pembekalan, pendampingan, dan pengalaman uji pasar.

Dalam rangkaian expo akhir tersebut, panitia juga menjadwalkan Graduasi Bina Kuliner Nusantara 2026 pada 26 November 2026 sebagai momentum penanda penyelesaian program pembinaan bagi para peserta. Graduasi ini diharapkan bukan menjadi akhir dari perjalanan kewirausahaan mahasiswa dan alumni, melainkan titik awal untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri, profesional, dan berkelanjutan. Melalui tahapan yang terintegrasi, mulai dari pelatihan soft skills, praktik produksi, peningkatan kualitas produk, uji pasar, penguatan motivasi, pendampingan legalitas usaha, hingga expo dan graduasi, Program Bina Kuliner Nusantara 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM mahasiswa serta alumni Universitas Syiah Kuala.

Kolaborasi USK dan CCEP Indonesia ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berorientasi pada praktik, inovasi, akses pasar, serta keberlanjutan usaha. Melalui program tersebut, Universitas Syiah Kuala terus mendorong lahirnya generasi wirausahawan muda yang tidak hanya mampu menciptakan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan membaca peluang pasar, membangun bisnis yang kompetitif, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Prodi Ekonomi Islam FEB USK Gelar International Benchmarking Bersama BangNano Kanada, Perkuat Kurikulum Berbasis AI dan Fair Economics