Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari
Banda Aceh — Khairun Nisa, mahasiswa Magister Keperawatan, menjadi peraih Penghargaan Tenant dengan Omzet Tertinggi pada EXSIS Ramadhan Universitas Syiah Kuala (USK) 2026. Melalui brand Yusa Kitchen dengan produk utama risoles, Khairun mencatat total omzet Rp 25.743.000,- selama 20 hari berjualan di EXSIS Ramadhan.
Dalam keterangannya, Khairun menyebut ada tiga faktor utama yang paling menentukan capaian omzetnya. Pertama, ia menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) sebagai standar pelayanan agar konsumen merasa nyaman dan kembali membeli. Kedua, ia menekankan pentingnya memahami target pasar dan membaca kebutuhan konsumen. Ketiga, ia menjaga branding dan konten promosi secara konsisten, termasuk program “Jumat Berkah” sebagai cara memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produknya.
Dari sisi produk, Khairun menjelaskan bahwa risoles Yusa Kitchen unggul pada varian manis dan varian asin. Varian manis menjadi salah satu yang paling dicari karena pilihan menunya lengkap dan memiliki pembeda pada kualitas bahan seperti cokelat, vla, dan cream. Sementara varian asin dipertahankan melalui penggunaan bahan premium dan metode produksi yang membuat rasa dan kualitas tetap konsisten.
Untuk strategi operasional, Khairun mengandalkan pola produksi berbasis evaluasi harian. Ia berjualan di beberapa titik kantin, antara lain kantin FKEP, kantin FKH, dan kantin UIN Ar-Raniry, dengan jam ramai pada rentang 09.00–16.00 WIB. Stok harian disesuaikan dengan tren penjualan hari sebelumnya untuk mengurangi risiko kehabisan produk sekaligus menekan sisa.
Dari sisi promosi, Khairun memanfaatkan Instagram dan TikTok, namun ia menekankan bahwa promosi yang paling efektif justru berasal dari word of mouth (mulut ke mulut) konsumen. Dampaknya, pembeli datang tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari fakultas lain, bahkan masyarakat seperti ibu-ibu dan pelajar yang sengaja mencari risoles di lokasi penjualan.
Ke depan, Khairun menyatakan Yusa Kitchen akan tetap dilanjutkan dan menargetkan ekspansi. Salah satu rencana konkretnya adalah menambah cabang di FKIP USK dan Fakultas MIPA apabila tersedia slot kantin yang memungkinkan.
Keberhasilan Khairun Nisa meraih omzet tertinggi mendapat apresiasi dari berbagai pihak di lingkungan USK. Ketua Panitia EXSIS Ramadhan USK 2026, Khoirul Amri, M.E., menyampaikan capaian ini menjadi bukti bahwa tenant yang menjaga kualitas produk, pelayanan, dan promosi secara konsisten akan memperoleh respons pasar yang kuat. Panitia menilai prestasi tenant terbaik dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk membangun usaha dengan standar yang semakin profesional.
Direktur Direktorat Kewirausahaan dan Alumni USK, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., mengapresiasi capaian Khairun sebagai bukti bahwa EXSIS Ramadhan berfungsi sebagai ruang praktik kewirausahaan yang nyata. Menurutnya, prestasi tenant terbaik menunjukkan mahasiswa mampu mengelola usaha berbasis kualitas, diferensiasi produk, dan pengalaman pelanggan—bukan sekadar mengandalkan momentum Ramadhan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menilai keberhasilan Khairun Nisa menjadi indikator positif bahwa ekosistem kewirausahaan kampus berjalan dan semakin matang. Ia juga mendorong agar capaian selama Ramadhan dapat dijadikan pijakan untuk keberlanjutan usaha pasca-EXSIS, sehingga bisnis mahasiswa terus bertumbuh dan berdampak.
Dengan omzet Rp25,74 juta dalam 20 hari, Khairun Nisa melalui Yusa Kitchen tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga menghadirkan contoh praktik kewirausahaan mahasiswa yang kuat: pelayanan yang humanis, produk yang punya diferensiasi, stok yang dikelola berbasis evaluasi harian, serta promosi yang konsisten hingga memicu rekomendasi organik dari konsumen.


Komentar
Posting Komentar