Prodi Ekonomi Islam FEB USK Tandatangani IA dengan ACIS UiTM Cawangan Kedah, Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi
Banda Aceh, 3 November 2026 – Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dengan Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Kedah, Malaysia.
Penandatanganan IA tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi kerja sama pada bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama diharapkan tidak hanya memperluas hubungan kelembagaan kedua institusi, tetapi juga menghasilkan aktivitas akademik yang memberikan manfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa.
Penguatan kerja sama dengan ACIS UiTM Cawangan Kedah juga sejalan dengan agenda internasionalisasi Program Studi Ekonomi Islam FEB USK. Sebelumnya, Prodi Ekonomi Islam menghadirkan Dr. Sakinatul Raadiyah bt Abdullah, Senior Lecturer Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS), Universiti Teknologi MARA Cawangan Kedah, dalam rangkaian program visiting professor dan Focus Group Discussion di FEB USK.
Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, S.H.I., M.Ag., menyampaikan bahwa penandatanganan IA menjadi salah satu bukti komitmen program studi dalam membangun kualitas akademik sekaligus memperkuat jejaring internasional. “Penandatanganan IA dengan Academy of Contemporary Islamic Studies UiTM Cawangan Kedah merupakan langkah konkret untuk memastikan kerja sama internasional kita benar-benar diimplementasikan dalam kegiatan tridharma. Kami ingin kerja sama tidak berhenti pada dokumen, tetapi menghasilkan aktivitas, luaran, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh dosen dan mahasiswa,” ujar Khairil.
Menurutnya, kerja sama internasional merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan program studi, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas penelitian, publikasi, serta keterlibatan sivitas akademika dalam jejaring keilmuan global. “Ini juga menjadi salah satu bukti bahwa Program Studi Ekonomi Islam merupakan salah satu program studi terbaik di USK, baik dari sisi komitmen terhadap mutu maupun pengembangan kerja sama internasional. Kualitas internal harus berjalan beriringan dengan kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi di luar negeri,” tambahnya.
Khairil menegaskan bahwa capaian tersebut harus terus dikembangkan melalui program-program nyata dan berkelanjutan. “Target kita bukan sekadar memiliki banyak mitra internasional, tetapi bagaimana mitra tersebut aktif bersama kita. Ada guest lecture, visiting professor, penelitian bersama, publikasi bersama, pengabdian masyarakat, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan lain yang memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas tridharma,” jelasnya.
Penandatanganan IA menjadi instrumen untuk memperjelas implementasi kolaborasi antara Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dan ACIS UiTM Cawangan Kedah dalam kegiatan akademik. Pada bidang pendidikan dan pengajaran, kerja sama dapat dikembangkan melalui kuliah tamu internasional, visiting professor, pertukaran pengalaman pembelajaran, pengembangan materi ajar, serta kegiatan akademik yang melibatkan mahasiswa dan dosen kedua institusi. Dalam bidang penelitian, kolaborasi diarahkan pada pengembangan joint research, penulisan artikel bersama, joint publication, seminar akademik, serta pembentukan jejaring penelitian pada bidang Ekonomi Islam dan kajian Islam kontemporer.
Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi memiliki peluang mengembangkan kegiatan kolaboratif yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, literasi ekonomi dan keuangan Islam, kewirausahaan, pengembangan UMKM, serta berbagai isu sosial ekonomi yang relevan bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia. Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas melalui interaksi dengan komunitas akademik internasional.
Di tempat berbeda, Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Program Studi Ekonomi Islam dalam memperkuat implementasi kerja sama internasional. “Kami mengapresiasi Program Studi Ekonomi Islam yang terus aktif membangun dan mengimplementasikan kerja sama internasional. Penandatanganan IA ini penting karena memberikan arah yang lebih konkret terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan bersama mitra,” ujar Sofyan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Academy of Contemporary Islamic Studies UiTM Cawangan Kedah atas keterbukaan dan komitmen untuk membangun kolaborasi dengan FEB USK. “Kami menyampaikan terima kasih kepada ACIS Universiti Teknologi MARA Cawangan Kedah yang telah menjadi mitra akademik Program Studi Ekonomi Islam. Kami berharap hubungan ini terus berkembang dan menghasilkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” tambahnya.
Menurutnya, kerja sama internasional yang produktif akan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas tridharma sekaligus memperluas jejaring akademik dosen dan mahasiswa. “Kolaborasi yang baik harus memiliki aktivitas dan luaran yang jelas. Karena itu, setelah IA ditandatangani, kami berharap agenda pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian bersama dapat semakin intensif dilaksanakan,” jelasnya.
Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, memberikan dukungan terhadap penandatanganan IA antara Program Studi Ekonomi Islam dan ACIS UiTM Cawangan Kedah.
Menurutnya, penguatan kerja sama internasional merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas akademik dan reputasi institusi. “FEB USK mendukung program studi untuk membangun kerja sama internasional yang produktif dan berkelanjutan. Penandatanganan IA ini menunjukkan bahwa kerja sama yang dibangun telah diarahkan pada tahap implementasi kegiatan tridharma yang lebih konkret,” ujar Sakir.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya ditentukan oleh penandatanganan dokumen, tetapi terutama oleh kualitas program yang dilaksanakan setelahnya. “Yang kita harapkan adalah adanya hasil nyata. Dosen dapat melakukan penelitian dan publikasi bersama, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran internasional, serta terdapat program pengabdian masyarakat yang dapat dikembangkan secara kolaboratif. Inilah yang akan memberikan nilai tambah bagi fakultas dan universitas,” tambahnya.
Dekan berharap Program Studi Ekonomi Islam terus mempertahankan konsistensinya dalam membangun jejaring internasional dan memastikan setiap kerja sama memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu akademik. Kolaborasi dengan Academy of Contemporary Islamic Studies UiTM Cawangan Kedah memiliki nilai strategis karena kedua institusi memiliki kesamaan dan keterkaitan bidang keilmuan, terutama pada kajian Ekonomi Islam dan berbagai isu kontemporer dalam studi Islam. Melalui IA tersebut, kedua institusi diharapkan dapat membangun ekosistem kolaborasi yang semakin kuat, mulai dari pertukaran pengetahuan hingga produksi karya akademik bersama.
Kegiatan visiting professor dan FGD yang melibatkan akademisi ACIS UiTM sebelumnya menjadi salah satu aktivitas awal yang memperkuat hubungan tersebut. Undangan resmi Prodi Ekonomi Islam FEB USK menyebutkan kegiatan visiting professor dan FGD sebagai bagian dari agenda akademik bersama pada 3 November 2026. Ke depan, implementasi IA diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk guest lecture, visiting professor, joint research, joint publication, seminar internasional, pengembangan bahan ajar, kegiatan pengabdian masyarakat bersama, serta berbagai bentuk mobilitas dan kolaborasi akademik lainnya. Melalui penandatanganan Implementation Arrangement dengan Academy of Contemporary Islamic Studies, Universiti Teknologi MARA Cawangan Kedah, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat mutu, implementasi tridharma, dan internasionalisasi program studi, sekaligus memperluas kontribusi keilmuan Ekonomi Islam pada tingkat regional dan internasional.


Komentar
Posting Komentar