USK dan CCEP Indonesia Perkuat Pemasaran Digital Wirausahawan Muda, Program Bina Kuliner Nusantara 2026 Masuki Hari Keempat


BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas kewirausahaan mahasiswa melalui Pelatihan Akselerasi Marketing Digital Mahasiswa USK, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026, yang kini memasuki hari keempat pelaksanaan pelatihan bagi mahasiswa dan alumni muda USK yang mengembangkan usaha di sektor kuliner.

Mengusung tema Create, Capture, Connect, pelatihan ini berfokus pada peningkatan kemampuan pemasaran digital, optimalisasi media sosial, pengembangan konten pemasaran, serta strategi meningkatkan penjualan melalui platform digital.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kewirausahaan Lantai 2, Gedung Flamboyan AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, pukul 09.00 hingga 16.00 WIB tersebut merupakan bagian dari pembinaan terhadap 40 peserta Program Bina Kuliner Nusantara 2026, yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni USK dengan masa kelulusan kurang dari satu tahun yang bergerak di bidang usaha makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ridwan dari CV Agro Aceh/Gayo Land Coffee dan Dr. Siti Rusdiana, M.Eng., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Departemen Matematika, Universitas Syiah Kuala.

Kedua narasumber memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku UMKM kuliner dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efektivitas promosi, dan mendorong pertumbuhan penjualan.

Materi pelatihan meliputi tiga fokus utama, yakniFundamental Digital Marketing, optimalisasi media sosial dan content marketing, serta akselerasi penjualan digital melalui pemanfaatan marketplace, iklan digital, dan evaluasi kinerja pemasaran.

Pada sesi penguatan fundamental pemasaran digital, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya membangun pola pikir pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, menentukan target pasar, serta menyusun strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik produk dan perilaku pelanggan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai optimalisasi media sosial sebagai sarana memperkenalkan produk, membangun identitas merek, menciptakan interaksi dengan pelanggan, serta memperluas jangkauan pemasaran melalui konten yang menarik dan relevan.

Pelatihan juga menekankan pentingnya pemanfaatan platform perdagangan elektronik dan iklan digital sebagai strategi mempercepat pertumbuhan penjualan. Peserta diperkenalkan dengan pendekatan evaluasi kinerja pemasaran agar setiap aktivitas promosi dapat diukur efektivitasnya dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha.


Kegiatan dirancang secara interaktif melalui pemaparan materi, simulasi, studi kasus, dan role play, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk memahami sekaligus mempraktikkan strategi pemasaran digital yang relevan dengan usaha masing-masing.

Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan konsistensi para peserta yang terus menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian pelatihan Program Bina Kuliner Nusantara 2026.

“Kami sangat mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para mahasiswa dan alumni peserta Bina Kuliner Nusantara 2026. Memasuki hari keempat pelatihan, antusiasme mereka untuk belajar dan meningkatkan keterampilan kewirausahaan tetap tinggi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa USK memiliki motivasi yang kuat untuk mengembangkan usaha dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ujar Evi.

Ia menambahkan bahwa penguasaan pemasaran digital merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki wirausahawan muda agar mampu menghadapi perubahan perilaku konsumen dan persaingan pasar.

“Kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep pemasaran digital, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bisnis masing-masing. Mulai dari mengelola media sosial, membuat konten promosi yang menarik, memanfaatkan marketplace, hingga mengevaluasi hasil pemasaran. Keterampilan ini akan sangat membantu mahasiswa mengembangkan usaha kuliner secara lebih profesional dan berdaya saing,” tambahnya.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CCEP Indonesia yang telah menjadi mitra strategis Universitas Syiah Kuala dalam mendukung pengembangan kompetensi kewirausahaan mahasiswa dan alumni.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia atas komitmen dan dukungannya terhadap Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Kemitraan ini memberikan manfaat yang sangat berarti bagi mahasiswa dan alumni USK, karena mereka memperoleh pembekalan yang komprehensif, mulai dari mental kewirausahaan, pengembangan produk, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital,” ujar Wira.

Menurutnya, kerja sama dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan dunia usaha.

“Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya memiliki keberanian untuk memulai usaha, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan CCEP Indonesia, kami berharap semakin banyak usaha mahasiswa yang mampu naik kelas, memiliki daya saing, serta menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat,” tambahnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.

Ia menegaskan bahwa pengembangan kewirausahaan mahasiswa merupakan salah satu prioritas Universitas Syiah Kuala dalam mempersiapkan lulusan yang mandiri, inovatif, adaptif, serta mampu menghadapi perkembangan dunia kerja dan dunia usaha.

“Universitas Syiah Kuala memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Kami ingin mahasiswa dan alumni memiliki kesempatan yang semakin luas untuk mengembangkan potensi kewirausahaan melalui pembelajaran yang aplikatif, pendampingan, serta kolaborasi dengan dunia industri. Program ini sejalan dengan komitmen USK untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Rina.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK dengan CCEP Indonesia dalam menghadirkan rangkaian pelatihan yang terintegrasi.

“Kami berharap Program Bina Kuliner Nusantara tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat menghasilkan perubahan nyata dalam pengembangan usaha mereka. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi digital, berinovasi dalam mengembangkan produk, serta membangun bisnis yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Inilah kontribusi nyata yang ingin terus kita dorong melalui penguatan kewirausahaan di Universitas Syiah Kuala,” tambahnya.

Pelatihan Akselerasi Marketing Digital merupakan kegiatan hari keempat dalam rangkaian pembinaan Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), peserta telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SDM wirausaha kuliner yang membahas penguatan mental kewirausahaan, strategi pemasaran, serta validasi keunggulan produk melalui analisis kompetitor dan segmentasi pasar bersama narasumber dari CCEP Indonesia.

Selanjutnya, pada Senin (19/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Akselerasi Digital yang berfokus pada fotografi dan videografi produk menggunakan smartphone, desain poster, digital branding, content creation, serta pengembangan portofolio usaha.

Pada Selasa (20/10/2026), peserta memperoleh pembekalan mengenai peningkatan keterampilan pengelolaan usaha, meliputi self-assessment dan scoring UMKM, literasi keuangan, perhitungan food costing, strategi penetapan harga, pengelolaan hubungan pelanggan, dan pencatatan keuangan berbasis aplikasi.

Memasuki hari keempat pada Rabu (21/10/2026), pembinaan difokuskan pada akselerasi pemasaran digital untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan media sosial, platform perdagangan elektronik, dan teknologi digital guna memperluas jangkauan konsumen serta meningkatkan penjualan.

Melalui rangkaian kegiatan yang saling terintegrasi tersebut, Program Bina Kuliner Nusantara 2026 diharapkan mampu memperkuat kapasitas wirausahawan muda USK secara menyeluruh, mulai dari pengembangan pola pikir kewirausahaan, keterampilan produksi dan promosi, pengelolaan keuangan, hingga penguasaan strategi pemasaran digital.

Kolaborasi Universitas Syiah Kuala dan CCEP Indonesia ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya UMKM kuliner mahasiswa dan alumni yang mampu tumbuh, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Aceh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Prodi Ekonomi Islam FEB USK Gelar International Benchmarking Bersama BangNano Kanada, Perkuat Kurikulum Berbasis AI dan Fair Economics