USK dan CCEP Indonesia Perkuat Keterampilan Digital Wirausahawan Muda melalui Pelatihan Akselerasi Digital Bina Kuliner Nusantara 2026
BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kewirausahaan mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Akselerasi Digital Mahasiswa USK dengan tema Create, Capture, Connect, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Program Bina Kuliner Nusantara 2026 ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital mahasiswa dan alumni USK yang mengembangkan usaha di sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B), khususnya dalam fotografi produk, pembuatan konten kreatif, desain promosi, serta penguatan identitas dan pemasaran usaha melalui platform digital.
Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di Ruang Kewirausahaan Lantai 2, Gedung Flamboyan AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan dirancang dengan pendekatan interaktif melalui pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi bersama narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni drh. Rizki Amelia, seorang food photographer, serta Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc. (Dosen Universitas Syiah Kuala) yang memberikan pembekalan mengenai keterampilan digital untuk mendukung pengembangan dan pemasaran produk usaha kuliner.
Salah satu materi utama pelatihan adalah teknik fotografi dan videografi produk menggunakan telepon pintar (smartphone). Peserta diperkenalkan dengan berbagai aspek penting dalam menghasilkan foto dan video produk yang menarik, mulai dari pengaturan pencahayaan, komposisi gambar, pemilihan sudut pengambilan gambar, hingga penyajian visual yang mampu meningkatkan daya tarik produk kuliner.
Melalui sesi yang menghadirkan Rizki Amelia, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya visual produk dalam membangun kesan pertama konsumen. Foto makanan yang menarik dinilai dapat menjadi salah satu instrumen pemasaran yang efektif, terutama di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan platform perdagangan digital.
Sementara itu, sesi pelatihan lainnya bersama Dr. Raida Agustina memperkuat pembekalan mengenai pengembangan materi promosi digital, termasuk desain poster, profil usaha, digital branding, content creation, dan penyusunan portofolio produk.
Melalui rangkaian materi tersebut, peserta didorong untuk mampu menghasilkan konten promosi secara mandiri, membangun identitas merek yang konsisten, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan Program Bina Kuliner Nusantara 2026.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para mahasiswa dan alumni yang mengikuti pelatihan ini. Mereka tidak hanya menunjukkan keinginan untuk berwirausaha, tetapi juga kesungguhan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan. Semangat inilah yang ingin terus kami tumbuhkan agar mahasiswa USK mampu menjadi wirausahawan muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Evi.
Ia menambahkan bahwa keterampilan digital saat ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM, terutama dalam menghadapi persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif.
“Produk yang berkualitas tentu sangat penting, tetapi bagaimana produk tersebut dikemas, difoto, dipromosikan, dan dikomunikasikan kepada konsumen juga menentukan keberhasilan pemasaran. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menghasilkan sendiri foto produk, video promosi, dan konten digital yang lebih profesional untuk mendukung perkembangan usahanya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si., M.P., IPM., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada CCEP Indonesia atas dukungan dan kemitraan dalam menyelenggarakan Program Bina Kuliner Nusantara 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Coca-Cola Europacific Partners Indonesia yang terus mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Kolaborasi ini memberikan manfaat nyata karena mahasiswa dan alumni tidak hanya memperoleh pengetahuan bisnis, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha mereka,” ungkap Wira.
Menurutnya, pelatihan akselerasi digital merupakan salah satu bentuk pembinaan kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha muda saat ini.
“Kami ingin usaha yang dirintis mahasiswa tidak berhenti pada tahap memproduksi dan menjual produk saja, tetapi mampu berkembang menjadi bisnis yang memiliki identitas merek, strategi pemasaran, serta daya saing yang kuat. Karena itu, USK terus mendorong kolaborasi dengan dunia industri agar mahasiswa memperoleh pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.
Ia menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan mahasiswa merupakan bagian penting dari upaya Universitas Syiah Kuala dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja.
“Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami mendukung penuh kegiatan seperti Bina Kuliner Nusantara karena memberikan ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta mengubah potensi usaha yang mereka miliki menjadi bisnis yang lebih profesional dan kompetitif,” ujar Rina.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap sinergi antara USK dan CCEP Indonesia yang dinilai sejalan dengan upaya perguruan tinggi memperkuat hubungan dengan dunia industri.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan dampak yang semakin luas. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi digital bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk menciptakan inovasi, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk. Dengan keterampilan yang tepat, wirausahawan muda USK memiliki peluang besar untuk tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” tambahnya.
Pelatihan Akselerasi Digital Mahasiswa USK merupakan kelanjutan dari rangkaian penguatan kapasitas kewirausahaan dalam Program Bina Kuliner Nusantara 2026. Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), peserta telah mendapatkan pembekalan mengenai penguatan mental wirausaha, strategi pemasaran kuliner, serta validasi keunggulan produk melalui analisis kompetitor dan segmentasi pasar yang menghadirkan narasumber dari CCEP Indonesia.
Melalui pelatihan lanjutan ini, peserta diarahkan untuk menerapkan pemahaman bisnis tersebut ke dalam bentuk materi pemasaran digital yang menarik, relevan, dan sesuai dengan karakteristik konsumen.
Dengan mengintegrasikan pembekalan manajemen usaha, penguatan mental kewirausahaan, inovasi produk, dan keterampilan digital, Program Bina Kuliner Nusantara 2026 diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda USK yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mengembangkan UMKM kuliner yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kolaborasi USK dan CCEP Indonesia ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi perguruan tinggi dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Aceh.



Komentar
Posting Komentar