Prodi Ekonomi Islam FEB USK Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Pidie Jaya

Pidie Jaya, 22 Oktober 2026 – Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK yang dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) di Aula Bappeda Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan mengusung tema “Bangkit Kembali Pidie Jaya Berseri Bersama Departemen Ekonomi Pembangunan Mengabdi” dengan fokus “Penguatan Sumber Daya Manusia melalui Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Pidie Jaya.”

Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan keilmuan dan kapasitas akademik perguruan tinggi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Keterlibatan Program Studi Ekonomi Islam juga menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi turut memperhatikan pemberdayaan sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, nilai keberlanjutan, serta prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, M.Ag., menyampaikan bahwa keikutsertaan Program Studi Ekonomi Islam dalam kegiatan pengabdian di Pidie Jaya merupakan bagian dari komitmen program studi untuk membawa pengetahuan akademik lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. “Perguruan tinggi tidak boleh berhenti hanya pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas dan penelitian. Keilmuan yang kita miliki harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin ikut memberikan kontribusi dalam penguatan sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi di Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Khairil.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi daerah. Ketersediaan potensi sumber daya alam maupun peluang ekonomi perlu diikuti dengan kapasitas masyarakat yang mampu mengelola, mengembangkan, serta menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. “Dalam perspektif Ekonomi Islam, pembangunan pada akhirnya harus memberikan kemaslahatan yang seluas-luasnya. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi, kewirausahaan, dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab harus menjadi bagian dari proses pembangunan daerah,” tambahnya.

Khairil berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus dikembangkan, tidak hanya melalui kegiatan pengabdian, tetapi juga melalui penelitian, pendampingan, penyusunan kebijakan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur, menyampaikan dukungan terhadap keterlibatan seluruh program studi dan sivitas akademika dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Menurutnya, tema penguatan sumber daya manusia sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah karena keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang tersedia, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya. “Penguatan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi pembangunan ekonomi daerah. Perguruan tinggi memiliki sumber daya keilmuan, penelitian, serta tenaga akademik, sementara pemerintah daerah memiliki pemahaman langsung mengenai kebutuhan dan persoalan masyarakat. Ketika keduanya bersinergi, akan semakin banyak solusi yang dapat dikembangkan secara tepat sasaran,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan kesempatan bagi dosen untuk membawa hasil pembelajaran dan penelitian ke dalam konteks persoalan nyata di daerah. “Departemen Ekonomi Pembangunan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Kami ingin pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi, pendampingan, dan solusi yang memberikan manfaat bagi pemerintah daerah maupun masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, keberlanjutan kerja sama antara USK dan pemerintah daerah juga penting agar kegiatan pengabdian tidak bersifat sesaat, tetapi mampu berkembang menjadi agenda kolaborasi yang memberikan dampak jangka panjang.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Departemen Ekonomi Pembangunan dan Program Studi Ekonomi Islam di Kabupaten Pidie Jaya.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan instrumen penting bagi FEB USK untuk memastikan bahwa aktivitas akademik fakultas memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan pembangunan di Aceh. “FEB USK mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Pidie Jaya. Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata bahwa perguruan tinggi hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung pembangunan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Sakir.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang semakin erat dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama dalam memberikan kontribusi pemikiran dan pendampingan terhadap persoalan ekonomi dan pembangunan. “Kami mendorong dosen dan program studi di FEB USK untuk semakin aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Hasil penelitian, keahlian dosen, serta berbagai inovasi akademik harus dapat memberikan manfaat konkret bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan pengabdian ini, penguatan sumber daya manusia ditempatkan sebagai salah satu komponen strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi Pidie Jaya.

Kualitas sumber daya manusia berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, memanfaatkan potensi ekonomi lokal, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Di sisi lain, pemerintah daerah membutuhkan dukungan pengetahuan, hasil kajian, dan perspektif akademik untuk memperkuat formulasi serta implementasi program pembangunan. Sinergi tersebut memungkinkan perguruan tinggi untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghasilkan pembangunan yang semakin berbasis pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, pengembangan ekonomi daerah juga perlu memperhatikan dimensi pemberdayaan, pemerataan, etika, dan keberlanjutan. Aktivitas ekonomi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Partisipasi Program Studi Ekonomi Islam dalam kegiatan “Bangkit Kembali Pidie Jaya Berseri Bersama Departemen Ekonomi Pembangunan Mengabdi” sekaligus memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi di lingkungan FEB USK.

Kegiatan pengabdian memberikan ruang bagi dosen untuk mengintegrasikan keahlian akademik dengan persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memperoleh perspektif lapangan yang dapat memperkaya proses pembelajaran dan penelitian.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dapat terus diperkuat melalui berbagai program lanjutan, termasuk penelitian bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan ekonomi masyarakat dan UMKM, pengembangan kewirausahaan, serta penyusunan kajian dan rekomendasi kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan ekonomi Pidie Jaya yang semakin inklusif, produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Prodi Ekonomi Islam FEB USK Gelar International Benchmarking Bersama BangNano Kanada, Perkuat Kurikulum Berbasis AI dan Fair Economics