Prodi Ekonomi Islam FEB USK Gelar International Coaching Clinic bersama Profesor dari Universitas Muhammadiyah Malaysia

Banda Aceh, 21 September 2026 – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyelenggarakan kegiatan internasional “Coaching Clinics Academic Research and Article” dengan tema “Writing and Publication Coaching Clinic: Transforming Research into High-Quality Scientific Publications”, Senin (21/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zahri Bin Hamat dari Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai narasumber internasional dan M. Haris Riyaldi, S.Sos.I., M.Soc.Sc., dosen Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, sebagai moderator.

Kehadiran akademisi dari Malaysia memberikan dimensi internasional dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat upaya Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dalam membangun jejaring akademik lintas negara, khususnya dalam bidang penelitian, penulisan ilmiah, dan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Materi coaching clinic berfokus pada strategi mentransformasikan hasil penelitian menjadi artikel ilmiah berkualitas tinggi. Salah satu pembahasan utama adalah lima aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kesiapan manuskrip menuju jurnal bereputasi, yaitu journal fit, novelty and gap, scholarly contribution, evidence and method strength, serta manuscript and argument quality. 

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen program studi untuk memperkuat budaya penelitian dan publikasi sekaligus meningkatkan eksposur internasional dalam aktivitas akademik. “Kami menyambut baik kehadiran Prof. Dr. Zahri Bin Hamat dari Universitas Muhammadiyah Malaysia. Kehadiran narasumber internasional memberikan kesempatan bagi kita untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai standar penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat internasional,” ujar Khairil.

Menurutnya, publikasi internasional tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan menulis artikel dalam bahasa asing, tetapi membutuhkan penelitian yang memiliki persoalan penting, research gap yang jelas, kebaruan, metodologi yang kuat, serta kontribusi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis tentang bagaimana menulis artikel, tetapi juga memahami cara berpikir seorang peneliti dan cara pandang editor serta reviewer jurnal internasional. Penelitian sejak awal perlu dirancang agar mempunyai kontribusi yang jelas dan dapat dikomunikasikan kepada komunitas akademik yang lebih luas,” tambahnya.

Khairil juga berharap kegiatan akademik internasional semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga membuka peluang kolaborasi penelitian, publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, dan jejaring akademik antara FEB USK dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur, memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan akademisi internasional menjadi penting dalam memperluas wawasan dosen dan sivitas akademika terhadap perkembangan standar penelitian global. “Kami mendukung kegiatan seperti ini karena pengembangan akademik tidak dapat lagi hanya berlangsung dalam ruang lokal. Dosen dan peneliti perlu semakin banyak berinteraksi dengan komunitas akademik internasional, memahami standar publikasi mereka, bertukar pengalaman penelitian, dan membangun jaringan kolaborasi yang produktif,” ungkap Sofyan.

Ia menambahkan bahwa peningkatan publikasi bereputasi perlu dibangun melalui proses yang sistematis. Penulis harus memahami kesesuaian antara naskah dan jurnal sasaran, mampu menunjukkan kebaruan dan kontribusi penelitian, serta memastikan metode dan bukti yang digunakan benar-benar mendukung klaim penelitian.

Materi coaching clinic juga menekankan urutan logika editorial mulai dari journal fit, novelty and gap, kontribusi, bukti dan metode, hingga kualitas manuskrip sebelum sebuah artikel dinilai siap memasuki proses publikasi. 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Program Studi Ekonomi Islam dalam menghadirkan kegiatan akademik internasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas penelitian dan publikasi. “FEB USK mengapresiasi kegiatan internasional yang menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malaysia ini. Interaksi dengan akademisi dari luar negeri penting untuk memperkaya perspektif, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas kegiatan akademik di lingkungan fakultas,” ujar Sakir.

Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi perlu diwujudkan melalui aktivitas akademik yang memberikan dampak konkret, termasuk peningkatan kompetensi penelitian, publikasi bersama, kolaborasi antaruniversitas, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu forum akademik, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas. Riset bersama, publikasi bersama, seminar internasional, dan bentuk kerja sama akademik lainnya perlu terus dikembangkan karena memberikan manfaat bagi program studi, fakultas, maupun universitas,” tambahnya.

Dalam sesi utama, Prof. Dr. Zahri Bin Hamat membahas strategi meningkatkan kualitas manuskrip agar memiliki kesiapan yang lebih baik untuk jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal yang berada pada kuartil Q1.

Salah satu aspek pertama yang dibahas adalah journal fit. Penulis perlu memastikan bahwa penelitian benar-benar sesuai dengan ruang lingkup jurnal, pembaca sasaran, percakapan teori yang berkembang, serta jenis artikel yang diterima. Dengan demikian, pemilihan jurnal sasaran tidak dilakukan setelah artikel selesai semata, tetapi perlu dipertimbangkan sejak proses penyusunan naskah. 

Aspek berikutnya adalah novelty and research gap. Dalam materi dijelaskan bahwa research gap tidak cukup dibangun hanya dengan menyatakan bahwa suatu penelitian belum pernah dilakukan pada lokasi tertentu. Peneliti perlu menunjukkan persoalan yang belum dapat dijelaskan oleh penelitian sebelumnya dan bagaimana penelitian baru memberikan penjelasan yang lebih kuat. 

Prof. Zahri juga menekankan bahwa kontribusi ilmiah berbeda dari sekadar topik penelitian. Kontribusi merupakan pemahaman baru yang dihasilkan suatu penelitian, baik dalam bentuk konseptual, metodologis, empiris, maupun praktis. “Kontribusi bukan sekadar topik. Kontribusi adalah pemahaman baru yang dihasilkan oleh artikel.” 

Pelaksanaan International Coaching Clinics Academic Research and Article menjadi salah satu langkah Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dalam memperluas aktivitas akademik berorientasi internasional. Selain meningkatkan kemampuan penulisan dan publikasi, forum ini juga membuka ruang interaksi akademik antara Universitas Syiah Kuala dan Universitas Muhammadiyah Malaysia.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai agenda kolaboratif di masa mendatang, baik dalam bentuk joint research, joint publication, seminar internasional, pertukaran pengetahuan, maupun kerja sama akademik lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu penelitian dan publikasi, memperluas jejaring internasional, serta mendorong sivitas akademika agar mampu berkontribusi dalam diskursus keilmuan Ekonomi Islam pada tingkat nasional maupun global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Dr. Ahmad Nizam Penuhi Undangan Visiting Lecturer dan Reviewer di IBBC 2025 Universiti Malaysia Sabah