Prodi Ekonomi Islam FEB USK Gelar Workshop Internasional Penulisan Buku Akademik Bersama ISDEV Universiti Sains Malaysia


Banda Aceh, 22 September 2026 – Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyelenggarakan kegiatan internasional Workshop Writing Academic Books bertema "Transforming Academic Expertise into High-Quality Textbook”, Selasa (22/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Workshop menghadirkan Associate Prof. Dr. Mohd Shukri Hanapi dari Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV), Universiti Sains Malaysia (USM) sebagai narasumber internasional. Kegiatan dimoderatori oleh Teuku Muhammad Syahrizal, M.Ag., dosen Program Studi Ekonomi Islam FEB USK.

Dalam materi yang disampaikan, kegiatan tersebut secara khusus membahas asas dan kaedah penulisan buku akademik, mulai dari konsep dasar penulisan, jenis penerbitan, pemetaan pembaca sasaran, pendekatan penulisan, pengembangan dan penyusunan ide, hingga karakteristik tulisan akademik yang berkualitas. Materi workshop mencantumkan Prof. Madya Dr. Mohd Shukri Hanapi dari ISDEV-USM sebagai pemateri serta Program Sarjana Ekonomi Islam sebagai penyelenggara. 

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penulisan buku akademik merupakan salah satu bagian penting dari pengembangan budaya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. “Dosen memiliki pengalaman mengajar, melakukan penelitian, dan mengembangkan keilmuan selama bertahun-tahun. Pengetahuan tersebut akan memiliki manfaat yang jauh lebih luas apabila dapat ditransformasikan menjadi buku akademik yang sistematis, mudah dipahami, dan dapat digunakan oleh mahasiswa maupun masyarakat akademik,” ujar Khairil.

Menurutnya, penyelenggaraan workshop dengan menghadirkan akademisi dari Universiti Sains Malaysia juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Islam FEB USK memperkuat internasionalisasi kegiatan akademik dan memperluas jejaring dengan institusi pendidikan tinggi di luar negeri. “Kehadiran Associate Prof. Dr. Mohd Shukri Hanapi dari ISDEV Universiti Sains Malaysia memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar dari pengalaman akademik dan tradisi penulisan yang berkembang di lingkungan internasional. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada workshop, tetapi mendorong lahirnya buku-buku akademik berkualitas dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” tambahnya.

Khairil berharap peserta dapat menjadikan workshop tersebut sebagai momentum untuk mulai menyusun atau menyempurnakan naskah buku berdasarkan bidang keahlian masing-masing.

Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur, turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, produktivitas akademik tidak hanya tercermin dari penelitian dan publikasi jurnal, tetapi juga dari kemampuan akademisi menghasilkan buku yang dapat menjadi rujukan pembelajaran dan pengembangan ilmu. “Buku akademik memiliki posisi yang sangat penting karena memungkinkan pengetahuan yang dimiliki seorang akademisi disusun secara lebih utuh, sistematis, dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Karena itu, kemampuan menulis buku harus terus kita kembangkan sebagai bagian dari budaya akademik,” ungkap Sofyan.

Ia menilai kegiatan internasional semacam ini juga memberikan nilai tambah karena peserta memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai proses penulisan, penyuntingan, serta penyajian gagasan agar sesuai dengan kebutuhan pembaca. “Kami mendukung kolaborasi akademik seperti ini. Selain meningkatkan kompetensi dosen dalam menulis, pertemuan dengan akademisi dari luar negeri juga dapat membuka ruang pertukaran gagasan, riset bersama, publikasi bersama, dan berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Program Studi Ekonomi Islam dalam menyelenggarakan workshop internasional tersebut.

Menurutnya, penguatan kapasitas dosen dalam menghasilkan buku akademik merupakan bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan, penelitian, serta reputasi akademik fakultas. “FEB USK mengapresiasi kegiatan internasional yang mempertemukan akademisi Universitas Syiah Kuala dengan Associate Prof. Dr. Mohd Shukri Hanapi dari ISDEV Universiti Sains Malaysia. Kegiatan seperti ini sangat relevan karena meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat jejaring internasional fakultas,” ujar Sakir.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat ditindaklanjuti dalam bentuk produk akademik yang nyata. “Keberhasilan sebuah workshop bukan hanya pada terlaksananya kegiatan, tetapi pada tindak lanjutnya. Kami tentu berharap setelah kegiatan ini muncul manuskrip-manuskrip buku baru, buku ajar, buku referensi, maupun karya akademik lain yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta pengembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Dalam sesi utama, Associate Prof. Dr. Mohd Shukri Hanapi menguraikan berbagai prinsip dasar yang perlu dipahami dalam menulis buku akademik. Salah satu pokok yang dibahas adalah bahwa penulisan merupakan sebuah proses komunikasi yang melibatkan unsur penulis, editor, dan pembaca. Dalam proses tersebut, gagasan perlu disampaikan secara jelas, tepat, lengkap, dan ringkas, dengan memperhatikan paragraf, bahasa, serta unsur visual sebagai bagian dari penyampaian informasi. 

Workshop juga membahas beragam jenis penerbitan, termasuk prosiding, buku terjemahan, buku sekolah, ensiklopedia atau kamus, buku umum, buku ilmiah populer, hingga buku ilmiah. Dalam penulisan ilmiah populer, misalnya, karya tetap perlu berangkat dari fakta dan hasil penelitian, tetapi disajikan dengan pendekatan yang dapat dipahami oleh khalayak pembaca yang lebih luas. 

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tanggung jawab seorang pengarang yang tidak berhenti ketika manuskrip selesai ditulis. Pengarang juga perlu membantu penyediaan indeks, mengesahkan hasil penyuntingan, memeriksa proof, dan berperan dalam memperkenalkan atau memasarkan buku yang telah diterbitkan. 

Salah satu perhatian penting dalam workshop adalah keharusan menentukan pembaca sasaran sebelum mulai menulis. Penulis perlu memahami untuk siapa sebuah buku disusun sehingga tingkat kedalaman pembahasan, struktur, bahasa, contoh, serta gaya penyajian dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembaca. 

Workshop juga memberikan panduan praktis mengenai cara mengembangkan sebuah gagasan menjadi buku yang terstruktur. Penulis dianjurkan terlebih dahulu membuat pemetaan judul, mulai dari kandungan buku, bab, hingga subjudul. Setelah itu, penulis dapat menyusun ide utama, ide sampingan, dan ide pendukung, kemudian mengurutkannya berdasarkan prioritas agar penulisan lebih terarah serta terhindar dari pengulangan. 

Pengembangan ide dapat dilakukan melalui definisi, penguatan argumentasi dalam paragraf, penguraian fakta, penambahan ilustrasi seperti tabel dan gambar, serta penyusunan berdasarkan kronologi maupun lokasi sesuai karakter materi yang sedang ditulis. 

Melalui Workshop Writing Academic Books, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK tidak hanya berupaya meningkatkan kemampuan akademisi dalam menulis buku, tetapi juga memperkuat hubungan akademik internasional dengan Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV), Universiti Sains Malaysia.

Kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam berbagai bentuk kerja sama, seperti penulisan dan penerbitan buku bersama, joint research, joint publication, seminar internasional, pertukaran akademik, serta kegiatan kolaboratif lainnya. Bagi Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem akademik yang produktif sekaligus meningkatkan keterlibatan sivitas akademika dalam jejaring keilmuan Ekonomi Islam di tingkat internasional. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Dr. Ahmad Nizam Penuhi Undangan Visiting Lecturer dan Reviewer di IBBC 2025 Universiti Malaysia Sabah