Peneliti Kita Kreatif USK Laksanakan Kunjungan Akademik ke Enhaii Halal Tourism Center Poltekpar NHI Bandung
Bandung – Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala (Kita Kreatif USK) melaksanakan kunjungan akademik ke Enhaii Halal Tourism Center (EHTC), Politeknik Pariwisata NHI Bandung, pada Senin, 21 September 2026. Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring sekaligus memperkuat kapasitas riset dan pengembangan pariwisata halal.
Dalam kunjungan tersebut, Kita Kreatif USK diwakili oleh Sekretaris Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif USK, Hendra Halim, M.E. Kehadiran tim disambut langsung oleh Kepala Enhaii Halal Tourism Center, Dr. Sumaryadi, bersama tim EHTC Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Kunjungan akademik ini difokuskan pada proses pembelajaran dan pertukaran pengalaman mengenai pengembangan konsep, edukasi, pendampingan, serta penelitian di bidang pariwisata halal (halal tourism) dan pengembangan ekosistem ramah Muslim (Muslim-friendly tourism ecosystem).
Bagi Kita Kreatif USK, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperoleh perspektif dan pengalaman dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung sebagai institusi pendidikan tinggi pariwisata yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan sumber daya manusia dan kajian kepariwisataan di Indonesia.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah pengalaman EHTC dalam mendukung pengembangan destinasi wisata ramah Muslim, termasuk melalui kegiatan asesmen dan kunjungan lapangan (site visit) dalam program seperti Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk menjadi referensi dalam pengembangan penelitian, pendampingan destinasi, serta penguatan ekosistem pariwisata halal, khususnya di Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Sumaryadi memaparkan sejumlah aktivitas dan pengalaman EHTC dalam pengembangan pariwisata halal. Ia juga menyampaikan keterbukaan EHTC terhadap berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama Pusat Riset Kita Kreatif USK.
Peluang kerja sama tersebut dapat diarahkan pada kegiatan penelitian, pengembangan model pariwisata ramah Muslim, pendampingan destinasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lain yang relevan dengan bidang kepariwisataan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang intensif. Hendra Halim, M.E. banyak berdiskusi dengan Kepala dan tim EHTC mengenai pengalaman pengembangan pariwisata halal, pola pendampingan destinasi, asesmen kesiapan destinasi, hingga peluang pengembangan program riset yang dapat dilakukan secara kolaboratif.
Menurut Hendra, kunjungan tersebut memberikan banyak masukan bagi Kita Kreatif USK, terutama dalam melihat pariwisata halal tidak sebatas pada penyediaan produk dan layanan halal, tetapi sebagai sebuah ekosistem yang membutuhkan kesiapan destinasi, sumber daya manusia, pelayanan, informasi, fasilitas, kelembagaan, dan pendekatan riset yang terintegrasi.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk banyak belajar dan berdiskusi langsung dengan EHTC mengenai bagaimana konsep pariwisata halal dan ramah Muslim dikembangkan secara lebih sistematis. Banyak pengalaman EHTC yang dapat menjadi pembelajaran bagi kami dalam mengembangkan kajian dan program pendampingan, khususnya yang nantinya dapat dikontekstualisasikan dengan potensi pariwisata Aceh,” ujar Hendra.
Ia berharap komunikasi yang telah dibangun melalui kunjungan akademik tersebut dapat dilanjutkan dalam bentuk kegiatan bersama sehingga pertukaran pengetahuan tidak berhenti pada satu kali pertemuan.
Kepala Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala, Dr. T. Meldi Kesuma, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala dan tim Enhaii Halal Tourism Center atas kesediaan menerima kunjungan Kita Kreatif USK.
Meldi menilai pertemuan tersebut memiliki nilai strategis karena EHTC mempunyai pengalaman yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan agenda penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Kita Kreatif USK, terutama pada klaster pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dr. Sumaryadi dan seluruh tim Enhaii Halal Tourism Center Politeknik Pariwisata NHI Bandung atas sambutan dan keterbukaannya dalam berbagi pengalaman dengan tim kami. Kita Kreatif USK ingin terus membangun jejaring dengan pusat-pusat unggulan yang memiliki kepakaran dan pengalaman yang relevan dengan fokus riset kami,” ujar Meldi.
Menurutnya, Aceh memiliki karakteristik dan modal yang sangat relevan untuk pengembangan kajian pariwisata ramah Muslim. Karena itu, pengalaman dan praktik yang dikembangkan oleh EHTC dapat menjadi salah satu referensi penting untuk memperkuat pendekatan akademik, riset, dan pendampingan yang nantinya dilakukan oleh Kita Kreatif USK.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu masuk untuk kolaborasi yang lebih konkret. Ruang kerja sama sangat luas, mulai dari penelitian bersama, publikasi, pendampingan destinasi, pengembangan instrumen asesmen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kegiatan akademik yang melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK), Prof. Dr. Taufiq C. Dawood. Ia menyambut baik langkah pusat riset dalam membangun jejaring dengan lembaga yang memiliki kepakaran spesifik dan relevan dengan potensi pengembangan daerah.
Menurutnya, pusat riset di lingkungan Universitas Syiah Kuala perlu terus memperluas jejaring dan membangun kemitraan yang dapat diterjemahkan menjadi penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang memiliki dampak nyata.
Taufiq berharap komunikasi yang terbangun dengan EHTC dapat dilanjutkan melalui agenda kolaborasi yang terukur, terutama kegiatan yang menghasilkan luaran penelitian, publikasi, peningkatan kapasitas peneliti, serta model pendampingan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat dan daerah.
“LPPM USK mendukung inisiatif pusat riset untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dengan institusi yang memiliki kepakaran sesuai bidang masing-masing. Kami berharap komunikasi yang telah dibangun ini dapat berkembang menjadi penelitian dan pengabdian kolaboratif yang menghasilkan manfaat akademik sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Taufiq.
Kunjungan ke Enhaii Halal Tourism Center Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara kedua lembaga. Ke depan, Kita Kreatif USK berharap dapat mengembangkan kolaborasi dalam penelitian pariwisata halal, pengembangan destinasi ramah Muslim, pendampingan dan asesmen destinasi, publikasi bersama, serta peningkatan kapasitas akademisi dan pemangku kepentingan pariwisata.
Melalui penguatan jejaring tersebut, Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala diharapkan semakin mampu berkontribusi dalam menghasilkan riset dan model pengembangan pariwisata yang relevan dengan karakteristik Aceh sekaligus mengikuti perkembangan industri pariwisata halal pada tingkat nasional dan internasional.

Komentar
Posting Komentar