International Collaboration Week Kita Kreatif USK 2026 Perkuat Jejaring Riset Internasional dengan USM dan UMAM

 

Banda Aceh – Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala (Kita Kreatif USK) menyelenggarakan rangkaian International Collaboration Week Kita Kreatif USK 2026 pada 21–22 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan riset internasional Universitas Syiah Kuala dengan mitra perguruan tinggi di Malaysia.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua akademisi dari institusi mitra internasional, yakni Associate Prof. Dr. Mohd Shukri Hanapi dari Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV), Universiti Sains Malaysia (USM), serta Prof. Dr. Zahri Bin Hamat dari University Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

International Collaboration Week Kita Kreatif USK 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan akademik yang berorientasi pada pembentukan kerja sama konkret dan berkelanjutan. Sebagaimana tercantum dalam agenda kegiatan, rangkaian program mencakup International Research Collaboration Forum, International Visiting Scholars Session, Research Matching & Joint Research Roundtable, Joint Book/Research Monograph, serta Signing of the MoA and IA. 

Kepala Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala, Dr. T. Meldi Kesuma, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran serta komitmen para akademisi dari ISDEV USM dan UMAM dalam membangun kolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Associate Prof. Dr. Mohd Shukri Hanapi dari ISDEV Universiti Sains Malaysia dan Prof. Dr. Zahri Bin Hamat dari University Muhammadiyah Malaysia yang telah hadir dan bersama-sama membuka ruang kolaborasi dengan Kita Kreatif USK. Kehadiran para akademisi dari institusi mitra internasional ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperluas jejaring, mempertemukan kepakaran, serta merumuskan berbagai kegiatan akademik dan riset yang dapat dilaksanakan secara bersama,” ujar Meldi.

Menurutnya, kerja sama internasional perlu diarahkan kepada luaran yang terukur sehingga tidak berhenti pada kunjungan dan pertemuan akademik. Karena itu, rangkaian kegiatan selama dua hari diarahkan untuk mengidentifikasi bidang riset potensial, mempertemukan kepakaran antarpeneliti, merencanakan riset bersama, mendorong publikasi ilmiah, menyusun buku atau monograf, serta memperkuat kerja sama kelembagaan.

“Harapan kita adalah lahirnya kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan. Setelah kegiatan ini, berbagai ide yang telah didiskusikan dapat segera ditindaklanjuti, baik melalui joint research, publikasi bersama, penulisan buku dan monograf, pertukaran akademik, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan institusi di Indonesia dan Malaysia,” tambahnya.

Pelaksanaan International Collaboration Week juga memperoleh dukungan dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (LPPM USK), Prof. Dr. Taufiq C. Dawood. Ia menyambut positif inisiatif Pusat Riset Kita Kreatif USK dalam memperluas jejaring kelembagaan dan penelitian pada tingkat internasional.

Menurut Taufiq, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pusat riset internasional penting untuk memperkuat kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik, serta membuka lebih banyak peluang bagi peneliti USK untuk menghasilkan karya bersama yang memiliki jangkauan dan dampak lebih luas.

“LPPM Universitas Syiah Kuala mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperkuat kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat internasional. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata dan menghasilkan luaran bersama yang berkualitas sehingga memberikan manfaat bagi para peneliti, institusi, dan masyarakat,” ujar Taufiq.

Koordinator Kegiatan International Collaboration Week Kita Kreatif USK 2026 yang juga merupakan salah satu Dewan Pakar Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif USK, Dr. Ahmad Nizam, M.M., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan pada 21–22 September 2026 sejak awal dirancang untuk menghasilkan kolaborasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti setelah kunjungan berakhir.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin mempertemukan akademisi dari tiga perguruan tinggi, tetapi juga membangun ruang kerja bersama yang menghasilkan agenda nyata. Karena itu, rangkaian kegiatan disusun mulai dari forum kolaborasi riset, visiting scholars, research matching, diskusi riset bersama, penyusunan buku atau monograf, hingga penguatan kerja sama melalui MoA dan IA. Kami berharap dari pertemuan ini terbentuk kelompok-kelompok kolaborasi yang segera dapat menindaklanjuti penelitian, publikasi, dan berbagai program akademik bersama,” ujar Ahmad Nizam.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan ISDEV Universiti Sains Malaysia dan University Muhammadiyah Malaysia memberikan peluang bagi Kita Kreatif USK untuk memperluas jejaring kepakaran sekaligus mengembangkan kerja sama lintas disiplin dan lintas institusi.

“Yang paling penting setelah kegiatan ini adalah keberlanjutan. Setiap gagasan yang muncul dalam forum perlu diterjemahkan menjadi roadmap dan aktivitas bersama dengan target luaran yang jelas. Dengan demikian, International Collaboration Week bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi pintu masuk bagi peningkatan produktivitas riset dan rekognisi internasional Kita Kreatif USK,” tambahnya.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian International Collaboration Week adalah Research Matching & Joint Research Roundtable. Forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan kepakaran para peneliti dari USK, ISDEV USM, dan UMAM serta mengidentifikasi topik-topik yang berpotensi dikembangkan menjadi penelitian bersama.

Melalui proses research matching, masing-masing pihak dapat memetakan bidang kepakaran, kepentingan penelitian, serta peluang pembentukan tim lintas institusi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya proposal penelitian bersama dan berbagai luaran akademik yang dapat dikerjakan secara kolaboratif.

Kehadiran ISDEV USM memberikan peluang pengembangan kolaborasi terutama pada bidang yang berkaitan dengan Islamic Development Management dan berbagai isu pembangunan yang relevan. Sementara itu, keterlibatan UMAM semakin memperluas jaringan akademik yang dapat dikembangkan dalam penelitian, pendidikan, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain riset bersama, rangkaian kegiatan juga memberi perhatian pada pengembangan publikasi akademik melalui agenda Joint Book/Research Monograph. Kolaborasi penulisan tersebut diharapkan dapat mempertemukan perspektif dan pengalaman akademisi Indonesia dan Malaysia serta menghasilkan karya ilmiah yang dapat digunakan oleh komunitas akademik secara lebih luas.

Rangkaian kegiatan turut mencakup International Visiting Scholars Session sebagai salah satu sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik. Melalui forum ini, akademisi dari institusi mitra dapat berbagi perspektif, hasil kajian, pendekatan penelitian, serta pengalaman pengembangan keilmuan kepada sivitas akademika Universitas Syiah Kuala.

Kegiatan visiting scholars diharapkan tidak hanya memperkuat interaksi antarpeneliti, tetapi juga memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa melalui transfer pengetahuan serta perluasan wawasan mengenai perkembangan kajian dan penelitian pada tingkat internasional.

Interaksi akademik tersebut sekaligus membuka ruang untuk pembentukan jejaring yang lebih luas, termasuk kemungkinan pelaksanaan seminar bersama, kuliah tamu, penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, serta berbagai bentuk kegiatan ilmiah lainnya.

Selain kegiatan akademik dan penelitian, International Collaboration Week Kita Kreatif USK 2026 juga diarahkan pada penguatan landasan kerja sama kelembagaan melalui MoA dan IA. Dokumen kerja sama tersebut diharapkan menjadi payung bagi pelaksanaan berbagai agenda kolaboratif yang telah dibahas selama rangkaian kegiatan.

Penguatan dokumen kerja sama menjadi penting agar berbagai program yang direncanakan dapat diterjemahkan ke dalam aktivitas yang memiliki sasaran, pembagian peran, dan luaran yang jelas. Dengan demikian, hubungan antarinstitusi dapat berkembang dari komunikasi akademik menjadi program kolaborasi yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung selama 21–22 September 2026 tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kita Kreatif USK dalam memperluas jaringan kolaborasi internasional dan meningkatkan keterlibatan peneliti dalam berbagai kegiatan akademik lintas negara.

Melalui sinergi antara Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala, Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV) Universiti Sains Malaysia, serta University Muhammadiyah Malaysia, diharapkan lahir berbagai program bersama yang memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas penelitian, publikasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan berkembang tidak hanya melalui kegiatan kunjungan, tetapi juga dalam bentuk pembentukan tim riset bersama, penyusunan proposal penelitian, publikasi artikel ilmiah, penerbitan buku atau monograf, kegiatan visiting scholars, seminar internasional, serta program akademik lainnya yang memberikan manfaat bagi seluruh institusi yang terlibat.

Melalui International Collaboration Week Kita Kreatif USK 2026, Kita Kreatif USK menegaskan perannya sebagai salah satu wadah yang mendorong bertemunya kepakaran, ide, dan jejaring internasional untuk menghasilkan kolaborasi akademik yang produktif dan berkelanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Dr. Ahmad Nizam Penuhi Undangan Visiting Lecturer dan Reviewer di IBBC 2025 Universiti Malaysia Sabah