Tim Peneliti PUU-B USK Jajaki Pengembangan Sistem Digital pada KDMP Syariah Geuceu
Banda Aceh, 6 Agustus 2026 — Tim Peneliti Penelitian Unggulan USK Berdampak (PUU-B) Universitas Syiah Kuala melaksanakan audiensi dan kunjungan pengumpulan data ke Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian berjudul “Pengembangan Sistem Koperasi Desa Digital Berbasis Platform Terintegrasi pada Koperasi Merah Putih untuk Meningkatkan Efisiensi Layanan dan Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan.” Tim peneliti dipimpin oleh Prof. Dr. Mukhlis, S.E., M.S. selaku ketua, didampingi anggota peneliti, yaitu Rasudin, S.Si., M.Info.Tech.; Dr. Ahmad Nizam, S.E., M.M.; Dr. Alia Rizki, S.Si., M.Sc.; dan Irfan Syahputra.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi dan pertukaran informasi mengenai perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Banda Aceh serta peluang pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pelayanan koperasi dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Audiensi tersebut secara khusus membahas rencana menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah di Desa Komplek Geuceu, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, sebagai salah satu objek penelitian.
Pemilihan KDMP Syariah Komplek Geuceu diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan nyata koperasi pada tingkat desa, khususnya dalam pengelolaan kelembagaan, pelayanan anggota, pencatatan transaksi, pengembangan unit usaha, pemasaran produk UMKM, serta pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Mukhlis, S.E., M.S., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tahapan awal untuk membangun kesamaan pemahaman antara tim peneliti, pemerintah daerah, dan pengelola koperasi sebelum kegiatan pengumpulan data lapangan dilakukan secara lebih mendalam. “Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan sistem koperasi desa digital yang tidak hanya baik secara teknologi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pengurus, anggota koperasi, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Karena itu, kami perlu memahami terlebih dahulu kondisi riil KDMP Syariah Komplek Geuceu, termasuk proses pelayanan, tata kelola, unit usaha, kebutuhan data, serta kendala yang dihadapi dalam operasionalnya,” ujar Prof. Mukhlis.
Menurutnya, pengembangan platform digital harus didasarkan pada kebutuhan pengguna dan proses bisnis koperasi. Sistem yang dibangun diharapkan tidak sekadar menjadi aplikasi administrasi, tetapi dapat mendukung efisiensi pelayanan, transparansi pengelolaan, penguatan hubungan antara koperasi dan anggota, serta perluasan akses pasar bagi produk UMKM. “Kami ingin agar platform yang dikembangkan mampu mengintegrasikan berbagai layanan utama koperasi, mulai dari data keanggotaan, administrasi, transaksi, laporan keuangan, pengelolaan unit usaha, hingga pemasaran produk UMKM. Sistem ini juga harus mudah digunakan dan dapat diterapkan sesuai dengan kapasitas pengurus serta kondisi masyarakat di tingkat gampong,” tambahnya.
Prof. Mukhlis menyampaikan bahwa KDMP Syariah Komplek Geuceu dapat menjadi lokasi penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna sekaligus menguji konsep pengembangan sistem koperasi digital yang sesuai dengan prinsip tata kelola koperasi dan karakteristik ekonomi masyarakat setempat.
Dalam tahapan selanjutnya, tim peneliti akan melakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok, serta pemetaan proses bisnis. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam merancang arsitektur platform, menentukan fitur utama, mengembangkan prototipe, dan melakukan pengujian sistem bersama calon pengguna.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si., menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung penguatan kelembagaan dan transformasi digital koperasi di Kota Banda Aceh. “Kami menyambut baik inisiatif Tim Peneliti Universitas Syiah Kuala untuk menjadikan KDMP Syariah Komplek Geuceu sebagai objek penelitian. Kolaborasi seperti ini penting karena pengembangan koperasi tidak hanya membutuhkan dukungan kelembagaan dan usaha, tetapi juga inovasi teknologi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota dan masyarakat,” kata Bukhari Sufi.
Ia berharap penelitian tersebut dapat menghasilkan sistem yang praktis, mudah dioperasikan, dan sesuai dengan kebutuhan koperasi. Menurutnya, teknologi digital harus membantu pengurus bekerja lebih tertib, mempercepat pelayanan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi. “Sistem yang dikembangkan hendaknya tidak membebani pengurus dengan prosedur yang rumit. Justru teknologi harus mempermudah pencatatan, pelaporan, pengelolaan anggota, pengembangan usaha, dan pemasaran produk UMKM. Kami juga berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi model yang dapat dikembangkan pada koperasi lain di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Bukhari Sufi juga menekankan pentingnya memperhatikan karakteristik koperasi syariah dalam pengembangan platform. Sistem yang dirancang perlu mendukung pengelolaan transaksi yang tertib, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip operasional koperasi syariah. Pertemuan tersebut turut membahas perlunya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pengurus koperasi, anggota, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar sistem digital yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Melalui penelitian PUU-B ini, tim peneliti USK menargetkan tersusunnya model platform koperasi desa digital terintegrasi yang dapat meningkatkan efisiensi layanan, memperkuat tata kelola, mendukung pengembangan unit usaha, serta membuka akses yang lebih luas bagi pemasaran produk UMKM. Hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembinaan, pendampingan, digitalisasi, dan pengembangan kapasitas pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal bagi pelaksanaan penelitian lapangan di KDMP Syariah Komplek Geuceu. Setelah pemetaan awal dilakukan, tim peneliti akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banda Aceh serta pengurus koperasi untuk menyusun jadwal pengumpulan data dan tahapan pengembangan sistem.
Kolaborasi antara Universitas Syiah Kuala dan Pemerintah Kota Banda Aceh ini diharapkan dapat mendukung hadirnya koperasi desa yang modern, profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota serta pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar