Prodi Ekonomi Islam FEB USK Bekali Calon Alumni dengan Kompetensi dan Profesionalisme Memasuki Dunia Kerja

Banda Aceh – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyelenggarakan Workshop Pembekalan Calon Alumni Memasuki Dunia Kerja dengan tema “Kesiapan Kompetensi dan Profesionalisme Lulusan Ekonomi Islam Memasuki Dunia Kerja”, Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung di Ruang Diklat FEB USK.

Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dalam mempersiapkan mahasiswa, khususnya calon lulusan, agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi proses transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional.

Perubahan kebutuhan pasar kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kompetensi profesional, kemampuan berkomunikasi, adaptasi, integritas, disiplin, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja, sikap profesional yang harus dibangun sejak masih berada di perguruan tinggi, serta pentingnya kemampuan mengembangkan potensi diri agar mampu bersaing setelah menyelesaikan pendidikan.

Workshop menghadirkan pemateri berpengalaman yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam memasuki dunia kerja. Materi diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai ekspektasi dunia kerja terhadap lulusan perguruan tinggi, pembangunan karakter profesional, kesiapan menghadapi proses rekrutmen, serta pentingnya penguasaan soft skills dan hard skills secara seimbang.

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB Universitas Syiah Kuala, Khairil Umuri, M.Ag., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab program studi dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan secara akademik, tetapi juga siap memasuki dunia profesional.

“Kami ingin mahasiswa Ekonomi Islam tidak berhenti pada kesiapan akademik saja. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan berhadapan dengan dunia kerja yang menuntut kompetensi, disiplin, kemampuan komunikasi, kemampuan bekerja sama, adaptasi, dan profesionalisme. Karena itu, pembekalan seperti ini menjadi sangat penting bagi calon alumni sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja,” ujar Khairil Umuri.

Menurutnya, lulusan Ekonomi Islam memiliki peluang untuk berkarier pada berbagai sektor, baik lembaga keuangan syariah, perbankan, pemerintahan, industri halal, lembaga sosial dan filantropi Islam, sektor bisnis maupun kewirausahaan. Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan kesiapan kompetensi dan kemampuan menunjukkan nilai tambah sebagai lulusan Ekonomi Islam.

“Lulusan Ekonomi Islam memiliki ruang pengabdian yang sangat luas. Tantangannya adalah bagaimana mereka mampu menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat diterjemahkan menjadi kemampuan nyata di tempat kerja. Selain memahami ekonomi dan keuangan Islam, lulusan juga harus profesional, berintegritas, memiliki etos kerja yang baik, serta terus meningkatkan kompetensinya,” tambahnya.

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menggali sebanyak mungkin pengalaman dan informasi dari pemateri. Pembekalan sebelum kelulusan dinilai penting agar mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap kompetensi yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu dikembangkan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar untuk memastikan adanya keterkaitan yang semakin kuat antara proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tugas menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, tetapi juga harus memastikan bahwa lulusan mempunyai kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia kerja. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan yang sangat penting antara pembelajaran di kampus dengan realitas yang nantinya dihadapi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional,” kata Prof. Sofyan Syahnur.

Ia menekankan bahwa perubahan teknologi, pola bisnis, serta kebutuhan organisasi berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut membutuhkan lulusan yang mempunyai kemampuan belajar secara berkelanjutan dan tidak bergantung hanya pada pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan.

“Dunia kerja terus berubah. Karena itu, lulusan harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, mengembangkan keterampilan baru, dan bekerja secara profesional. Kompetensi akademik tetap menjadi dasar, tetapi kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, memanfaatkan teknologi, dan menjaga integritas juga menentukan keberhasilan seseorang di dunia kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan pembekalan calon alumni merupakan langkah positif untuk memperkuat kesiapan lulusan FEB USK dalam menghadapi tingkat persaingan dunia kerja yang semakin tinggi.

“Kami mengapresiasi Program Studi Ekonomi Islam yang memberikan perhatian terhadap kesiapan mahasiswa sebelum mereka menjadi alumni. Pendidikan tinggi tidak cukup hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memperoleh ijazah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana lulusan memiliki kompetensi, karakter, integritas, dan profesionalisme sehingga mampu memberikan kontribusi nyata ketika berada di tengah masyarakat maupun dunia kerja,” ungkap Dr. A. Sakir.

Dekan juga mendorong mahasiswa agar tidak membatasi orientasi karier hanya pada satu bidang pekerjaan. Perkembangan ekonomi digital, industri halal, sektor keuangan, bisnis, kewirausahaan, pemerintahan, serta berbagai sektor lainnya membuka peluang yang semakin luas bagi lulusan bidang ekonomi.

“Mahasiswa harus berani melihat peluang secara lebih luas. Bangun kompetensi, perkuat jejaring, tingkatkan literasi digital, kuasai komunikasi, dan tumbuhkan semangat kewirausahaan. Pada saat yang sama, lulusan FEB USK harus tetap membawa nilai integritas dan profesionalisme di mana pun nantinya mereka bekerja,” tambahnya.

Workshop ini juga menjadi bagian penting dari proses penguatan kualitas lulusan Program Studi Ekonomi Islam FEB USK. Mahasiswa didorong untuk memahami bahwa kompetisi di dunia kerja semakin menekankan kemampuan aplikatif, pengalaman, kemampuan interpersonal, serta kesiapan untuk menghadapi perubahan.

Selain memberikan pemahaman mengenai tuntutan profesionalisme, kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri dalam menentukan arah karier setelah menyelesaikan studi. Mahasiswa juga diharapkan mampu mempersiapkan diri lebih awal, mulai dari meningkatkan kompetensi bidang keilmuan, memperkuat kemampuan komunikasi, membangun jejaring profesional, hingga mengembangkan portofolio dan pengalaman organisasi maupun kegiatan lainnya.

Bagi lulusan Ekonomi Islam, profesionalisme juga memiliki dimensi yang lebih luas karena kompetensi profesional perlu berjalan seiring dengan nilai etika dan prinsip ekonomi Islam. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, amanah, serta orientasi terhadap kemaslahatan menjadi nilai yang diharapkan dapat melekat pada lulusan ketika menjalankan aktivitas profesional.

Melalui workshop ini, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK berharap calon alumni mampu memasuki dunia kerja dengan kesiapan yang lebih matang, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun karakter. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FEB USK dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi dunia usaha, pemerintah serta masyarakat.

Dengan berbagai pembekalan yang diberikan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang, mengembangkan inovasi, serta membawa nilai-nilai ekonomi Islam ke dalam berbagai aktivitas ekonomi dan profesional di tengah masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma

Dr. Ahmad Nizam Penuhi Undangan Visiting Lecturer dan Reviewer di IBBC 2025 Universiti Malaysia Sabah