Direktur Utama Bank Aceh Beri Pembekalan pada Pakarmaru USK 2026


Banda Aceh – Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menjadi narasumber Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) Universitas Syiah Kuala (USK) 2026 di Main Hall AAC Dayan Dawood USK, Rabu, 12 Agustus 2026 dimulai pukul 14.00 WIB.

Pembekalan bertema “Mahasiswa Melek Finansial: Tips Mengelola Keuangan dan Memanfaatkan Layanan Bank” tersebut merupakan bagian dari rangkaian hari ketiga Pakarmaru USK 2026. Kegiatan diikuti sekitar 1.300-an mahasiswa secara langsung dan sekitar 6.700-an mahasiswa lainnya secara daring.

Sesi ini dimoderatori oleh Hendra Halim, M.E., Dosen Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK yang juga Sekretaris Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) USK serta Pengelola Inkubator Kewirausahaan USK.

Dalam pengantarnya, Hendra mengatakan bahwa memasuki dunia perkuliahan tidak hanya menjadi masa transisi akademik, tetapi juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian, termasuk dalam mengelola keuangan.

Dalam paparannya, Fadhil Ilyas menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus mengikuti perkembangan zaman serta memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi. Mahasiswa, menurutnya, perlu memanfaatkan masa perkuliahan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga untuk membangun kompetensi, jaringan, dan karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan ekonomi. “Adik-adik sebagai mahasiswa harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Perubahan terjadi sangat cepat. Karena itu, jangan hanya merasa cukup dengan apa yang dipelajari di ruang kuliah. Teruslah belajar, melihat perkembangan teknologi, memahami perubahan lingkungan, dan mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan,” ujar Fadhil.


Fadhil juga memberikan sejumlah tips praktis kepada mahasiswa dalam mengelola keuangan selama kuliah. Mahasiswa didorong untuk mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, membiasakan menabung, mencatat pengeluaran, serta menghindari pola konsumsi yang berlebihan. "Jangan mengukur kehidupan kita dari apa yang ditampilkan orang lain di media sosial. Setiap orang memiliki kemampuan dan kondisi yang berbeda. Jangan sampai karena ingin terlihat mengikuti tren dan FOMO, kita kemudian mengorbankan kondisi keuangan kita sendiri,” katanya.

Ia turut mengingatkan mahasiswa agar lebih waspada terhadap berbagai risiko finansial di era digital, terutama pinjaman online ilegal dan judi online. Literasi keuangan, menurutnya, harus dibarengi dengan kemampuan menggunakan teknologi dan layanan keuangan secara bijak serta memahami risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Selain itu, Fadhil mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai layanan perbankan syariah secara produktif dan bertanggung jawab guna menunjang kebutuhan akademik maupun perencanaan keuangan masa depan. “Layanan perbankan hari ini semakin mudah. Banyak transaksi dapat dilakukan melalui perangkat yang ada di tangan kita. Tetapi kemudahan harus disertai kehati-hatian. Jaga data pribadi, jangan memberikan PIN atau kode keamanan kepada orang lain, dan gunakan layanan perbankan secara bijak,” katanya.

Pembekalan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Di sela-sela pemaparan materi, Fadhil mengajukan sejumlah pertanyaan kepada peserta dan memberikan hadiah kepada mahasiswa yang aktif berpartisipasi.

Kepala Subdirektorat Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., mengatakan kehadiran praktisi perbankan dalam Pakarmaru menjadi bagian penting dari upaya USK membekali mahasiswa baru dengan kompetensi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. “Literasi keuangan merupakan salah satu kecakapan penting yang perlu dibangun sejak mahasiswa memasuki perguruan tinggi. Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan bijak, memahami risiko finansial, memiliki pola pikir produktif, serta mulai mengenal peluang kewirausahaan sejak dini,” ujar Evi.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan juga memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan pola pikir kewirausahaan. Mahasiswa yang mampu mengelola sumber daya secara disiplin, menetapkan prioritas, membaca peluang, serta mengambil keputusan secara rasional akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjadi generasi yang mandiri dan produktif.


Pelaksanaan Pakarmaru USK ini juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Rektor USK Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen USK untuk menghadirkan program pembinaan mahasiswa yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi, dunia usaha, industri, serta berbagai pemangku kepentingan sejak awal masa perkuliahan. USK terus mendorong agar rangkaian pembinaan mahasiswa tidak hanya memperkuat karakter dan kesiapan akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang adaptif, inovatif, kolaboratif, berjiwa kewirausahaan, serta memiliki literasi finansial yang baik.

Pada akhir kegiatan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., menyerahkan piagam penghargaan kepada Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, sebagai bentuk apresiasi Universitas Syiah Kuala atas kesediaannya berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pakarmaru USK 2026.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru USK diharapkan tidak hanya siap menjalani kehidupan akademik, tetapi juga memiliki literasi finansial yang baik, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta tumbuh menjadi generasi yang inovatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

USK Menjuarai Berbagai Kategori Kewirausahaan Pada UTU Awards ke 11

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Kemeriahan Family Gathering Dalam Milad Ke-64 USK