Prodi Ekonomi Islam FEB USK Gelar International Seminar Series Bahas Zakat Produktif dan Hibah Bersyarat di Malaysia
Banda Aceh, 5 Mei 2026 — Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala kembali memperkuat atmosfer akademik internasional melalui pelaksanaan International Seminar Series yang menghadirkan akademisi dari Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 08.00 sampai 13.30 WIB, bertempat di Ruang Diklat FEB USK, dengan moderator Teuku Muhammad Syahrizal, S.HI., M.Ag.
Seminar series ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Nurul Ilyana Muhd Adnan dan Datin Dr. Noor Lizza Binti Mohamed Said. Kegiatan diawali dengan pengantar akademik oleh Dr. Ridwan Nurdin, yang menegaskan bahwa tema seminar series ini sangat relevan dengan salah satu mata kuliah wajib pada konsentrasi Manajemen Keuangan Publik Islam, yaitu Manajemen ZISWAF.
Dalam pengantarnya, Dr. Ridwan Nurdin menyampaikan bahwa penguatan literasi zakat, infak, sedekah, wakaf, dan instrumen distribusi kekayaan Islam perlu terus dikembangkan melalui forum akademik lintas negara. Menurutnya, pengalaman Malaysia dalam pengelolaan zakat produktif dan hibah bersyarat dapat menjadi bahan pembelajaran penting bagi mahasiswa Ekonomi Islam, khususnya dalam memahami praktik kelembagaan keuangan sosial Islam secara lebih aplikatif.
Pada sesi pertama, Dr. Nurul Ilyana Muhd Adnan menyampaikan materi bertajuk “Zakat untuk Pembiayaan Mikro: Konsep dan Aplikasi”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Malaysia mulai mengembangkan skema penyaluran dana zakat melalui instrumen qardul hasan untuk mendukung pembiayaan produktif bagi kelompok penerima yang memiliki potensi usaha. Skema ini dipandang sebagai salah satu inovasi dalam mengoptimalkan dana zakat agar tidak hanya berfungsi konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Dr. Nurul Ilyana juga menjelaskan bahwa rancangan pembiayaan berbasis zakat tersebut mulai digunakan oleh lembaga keuangan, termasuk perbankan, sebagai bagian dari pengembangan model keuangan sosial Islam yang lebih inklusif. Melalui pendekatan ini, dana zakat dapat diarahkan untuk mendukung usaha mikro, memperkuat kapasitas ekonomi penerima manfaat, dan membuka ruang kolaborasi antara lembaga zakat, lembaga keuangan, dan sektor produktif.
Sesi kedua diisi oleh Datin Dr. Noor Lizza Binti Mohamed Said dengan topik “Penawaran Hibah Bersyarat di Malaysia”. Ia menjelaskan bahwa hibah bersyarat merupakan instrumen penting dalam perencanaan harta keluarga Muslim. Hibah bersyarat dapat digunakan untuk mendorong kebaikan bagi ahli waris, menjaga keberlanjutan manfaat harta, serta memastikan aset yang dimiliki keluarga dapat dikelola sesuai kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Datin Dr. Noor Lizza menekankan bahwa hibah bersyarat tidak hanya berkaitan dengan pemindahan kepemilikan harta, tetapi juga memiliki dimensi sosial, ekonomi, dan perlindungan keluarga. Dengan perencanaan yang tepat, hibah bersyarat dapat membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, mengurangi potensi sengketa warisan, dan memastikan harta dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Koordinator Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Muhammad Haris Riyaldi, M.Soc.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar series ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Ekonomi Islam dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan keilmuan dan praktik ekonomi Islam global. “Mahasiswa tidak cukup hanya memahami konsep ZISWAF secara teoritis. Mereka juga perlu melihat bagaimana zakat, hibah, dan instrumen keuangan sosial Islam dipraktikkan di negara lain. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari akademisi UKM tentang praktik zakat produktif dan hibah bersyarat di Malaysia,” ujar Haris.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Taufiq C. Dawood. Ia menilai kegiatan internasional seperti ini penting untuk memperkuat kualitas akademik program studi, memperluas jejaring keilmuan, serta mendukung internasionalisasi pembelajaran di lingkungan FEB USK. “Departemen Ekonomi Pembangunan mendukung penuh kegiatan akademik yang mampu memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen. Kolaborasi dengan akademisi internasional seperti dari Universiti Kebangsaan Malaysia menjadi bagian penting dalam memperkuat mutu pembelajaran dan pengembangan keilmuan ekonomi Islam di FEB USK,” ungkap Prof. Taufiq.
Sementara itu, Plt. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si., MA., memberikan apresiasi kepada Program Studi Ekonomi Islam yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional. Menurutnya, aktivitas seperti ini menunjukkan bahwa Prodi Ekonomi Islam terus bergerak maju dalam membangun reputasi akademik, memperluas kolaborasi global, dan mendukung pencapaian visi internasionalisasi FEB USK. “Kami mengapresiasi Prodi Ekonomi Islam yang selalu unggul dan aktif dalam menyelenggarakan kegiatan internasional. Seminar series ini bukan hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa FEB USK terus membangun jejaring akademik dengan perguruan tinggi bereputasi di tingkat regional,” ujar Prof. Faisal.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK berharap mahasiswa dapat memahami secara lebih mendalam praktik pengelolaan zakat produktif, pembiayaan mikro berbasis keuangan sosial Islam, serta konsep hibah bersyarat dalam perencanaan harta keluarga Muslim. Seminar series ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas wawasan internasional, dan membangun tradisi akademik yang responsif terhadap perkembangan ekonomi Islam kontemporer.
Komentar
Posting Komentar