Prodi Ekonomi Islam FEB USK Bangun Kolaborasi dengan Inkubator Bisnis UNDHIRA Bali


Bali – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) terus memperluas jejaring akademik dan pengembangan kewirausahaan melalui penjajakan kolaborasi dengan Inkubator Bisnis Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA), Bali. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, di Inkubator Bisnis UNDHIRA Bali.

Kunjungan dilaksanakan oleh dosen Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Hendra Halim, M.E., yang tiba di Inkubator Bisnis UNDHIRA sekitar pukul 08.30 WITA. Kedatangan tersebut disambut langsung oleh Ketua Inkubator Bisnis Universitas Dhyana Pura, Ni Putu Dyah Krismawintari, S.E., M.M., bersama tim pengelola inkubator.

Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi akademik dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, terutama sistem pembinaan kewirausahaan mahasiswa, pengelolaan dan pengembangan ekonomi kreatif, penguatan ekosistem bisnis mahasiswa, serta integrasi sektor pariwisata ke dalam pembelajaran dan kurikulum bisnis.

Kunjungan ini juga menjadi sarana bagi Prodi Ekonomi Islam FEB USK untuk mempelajari praktik pengelolaan inkubator bisnis yang dikembangkan UNDHIRA sebagai perguruan tinggi yang berada dalam ekosistem ekonomi dan pariwisata Bali. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk memperkaya pendekatan pembelajaran kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan pengembangan bisnis mahasiswa di lingkungan FEB USK, khususnya pada Program Studi Ekonomi Islam.

Ketua Inkubator Bisnis Universitas Dhyana Pura, Ni Putu Dyah Krismawintari, S.E., M.M., menyambut baik kunjungan dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan kedua institusi.

“Kami menyambut baik kunjungan dari Program Studi Ekonomi Islam FEB Universitas Syiah Kuala. Pertemuan ini menjadi ruang yang sangat positif untuk saling bertukar pengalaman mengenai bagaimana perguruan tinggi membangun ekosistem kewirausahaan, mendampingi mahasiswa mengembangkan ide bisnis, serta menghubungkan kreativitas, bisnis, dan potensi sektor pariwisata. Kami berharap komunikasi yang sudah terbangun ini dapat dilanjutkan dalam berbagai kegiatan akademik dan kewirausahaan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujar Ni Putu Dyah Krismawintari.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak mengidentifikasi sejumlah peluang yang dapat dikembangkan pada tahap selanjutnya. Kolaborasi tersebut antara lain berupa penelitian bersama atau Joint Research, pelaksanaan program dosen tamu atau Visiting Lecturer, pertukaran mahasiswa atau Student Exchange, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan kewirausahaan, ekonomi kreatif, pengembangan bisnis, dan pariwisata.

Sebagai bentuk penguatan komitmen kelembagaan, dalam rangkaian kunjungan tersebut turut dilaksanakan penandatanganan Implementation Arrangement (IA). Dokumen tersebut menjadi salah satu landasan implementatif untuk mendorong pelaksanaan kegiatan kolaboratif antara Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dan mitra di Universitas Dhyana Pura sesuai ruang lingkup, kesepakatan, serta ketentuan yang berlaku pada masing-masing institusi.

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, S.H.I., M.Ag., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UNDHIRA memiliki nilai strategis dalam mendukung penguatan pembelajaran yang lebih aplikatif dan memberikan pengalaman akademik yang lebih luas kepada mahasiswa.

“Program Studi Ekonomi Islam FEB USK terus mendorong agar proses pendidikan tidak hanya kuat dari sisi konseptual, tetapi juga terhubung dengan praktik kewirausahaan dan dinamika ekonomi kreatif. Kolaborasi dengan Universitas Dhyana Pura membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh perspektif baru, terutama dari Bali yang memiliki ekosistem pariwisata, industri kreatif, dan kewirausahaan yang berkembang sangat dinamis,” kata Khairil Umuri.

Menurutnya, peluang kolaborasi dalam penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan kewirausahaan juga sejalan dengan kebutuhan Program Studi Ekonomi Islam dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan dunia usaha.

“Kami berharap penandatanganan IA ini tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi dapat segera diterjemahkan menjadi kegiatan konkret seperti penelitian bersama, dosen tamu, pertukaran mahasiswa, maupun program pengembangan usaha mahasiswa. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperluas jejaring dan memberikan pengalaman pembelajaran yang semakin relevan bagi mahasiswa Ekonomi Islam,” tambahnya.

Dukungan terhadap pengembangan kolaborasi tersebut juga disampaikan Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur, S.E., M.Si. Menurutnya, jejaring antarlembaga merupakan salah satu elemen penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK mendukung upaya Program Studi Ekonomi Islam untuk membangun jejaring dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi yang memiliki keunggulan spesifik. UNDHIRA berada di lingkungan yang sangat kuat dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, kolaborasi ini berpotensi menghasilkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat, baik dalam pengembangan akademik, penelitian maupun kewirausahaan mahasiswa,” ujar Sofyan Syahnur.

Ia menilai kolaborasi lintas wilayah juga memungkinkan para akademisi melihat persoalan ekonomi dari perspektif yang lebih luas. Aceh dan Bali memiliki karakteristik ekonomi, sosial, budaya, dan potensi daerah yang berbeda sehingga membuka ruang yang menarik untuk pengembangan kajian komparatif maupun penelitian kolaboratif.


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM., turut memberikan dukungan terhadap upaya perluasan kerja sama yang dilakukan Program Studi Ekonomi Islam. Ia menekankan pentingnya implementasi konkret dari setiap kolaborasi kelembagaan yang dibangun.

“FEB USK mendorong setiap program studi untuk aktif membangun kemitraan yang mampu memperkuat tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Kerja sama harus diarahkan kepada program-program yang memiliki hasil nyata, terukur, dan memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi, serta masyarakat,” kata A. Sakir.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu aspek penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja dan dunia usaha. Oleh karena itu, pertukaran praktik terbaik antarperguruan tinggi dalam pembinaan bisnis mahasiswa perlu terus diperkuat.

“Kami berharap kolaborasi dengan Universitas Dhyana Pura dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan dosen, pengembangan ekonomi kreatif, hingga pembelajaran kewirausahaan merupakan bidang-bidang yang sangat potensial untuk dikembangkan. FEB USK mendukung langkah yang dapat meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas jejaring nasional universitas,” tambahnya.

Selain membahas peluang kerja sama akademik, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai tantangan pengembangan usaha mahasiswa. Pembinaan kewirausahaan di perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi memerlukan ekosistem yang menghubungkan proses pembelajaran, pendampingan bisnis, kreativitas, pemanfaatan teknologi, jejaring pasar, serta kebutuhan industri.

Bagi Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, penguatan kewirausahaan juga memiliki relevansi dengan pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis nilai-nilai Islam. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami teori ekonomi dan bisnis, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha, mengelola bisnis secara profesional, serta mengembangkan model usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, pembelajaran dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Bali diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan dalam pengembangan kurikulum serta kegiatan akademik. Integrasi antara kewirausahaan, kreativitas, budaya lokal, dan pariwisata menjadi salah satu praktik yang potensial untuk dikaji dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.

Melalui penandatanganan IA dan komunikasi yang telah terbangun, Prodi Ekonomi Islam FEB USK dan Inkubator Bisnis Universitas Dhyana Pura diharapkan dapat melanjutkan penjajakan menuju implementasi program yang lebih konkret. Tahapan selanjutnya dapat mencakup identifikasi tema penelitian bersama, penyelenggaraan kuliah tamu, pengembangan kegiatan kewirausahaan mahasiswa, hingga penjajakan program pertukaran mahasiswa sesuai dengan kesiapan dan ketentuan kedua institusi.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi Ekonomi Islam FEB USK untuk memperluas jejaring nasional, memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi, serta menghadirkan proses pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan industri pariwisata.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

USK Menjuarai Berbagai Kategori Kewirausahaan Pada UTU Awards ke 11

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari

Lepas Sambut Direktur, Kepemimpinan Beralih dari Prof. Rahmat Fadhil kepada Dr. Wira Dharma