Pusat Riset Kita Kreatif USK Gelar Seminar Internasional Bahas Masa Depan Pariwisata melalui Promosi Warisan Budaya Antarnegara
Banda Aceh, 7 Mei 2026 — Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Universitas Syiah Kuala, atau Kita Kreatif USK, melaksanakan Seminar Internasional bertema “Pariwisata Masa Depan melalui Promosi Warisan Budaya Antarnegara” pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 10.00 sampai 12.00 WIB di USK Press.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kita Kreatif USK dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional, khususnya pada bidang komunikasi pemasaran, pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi warisan budaya. Seminar ini juga menjadi ruang diskusi strategis untuk melihat bagaimana kekayaan budaya dapat dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan wisatawan masa depan.
Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia, yaitu Dr. Nurul Ilyana Muhd Adnan, Dr. Md Yazid Ahmad, dan Datin Dr. Noor Lizza Mohamed Said. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Dewan Pakar Pusat Riset Kita Kreatif USK, Dr. Ahmad Nizam, M.M..
Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Pusat Riset Kita Kreatif USK, Muhammad Ridha Siregar, M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa seminar ini merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Kebangsaan Malaysia. “Pariwisata masa depan tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada kemampuan suatu daerah dalam mengelola, mengemas, dan mempromosikan warisan budayanya secara profesional. Karena itu, forum internasional seperti ini sangat penting untuk mempertemukan perspektif akademik, pengalaman praktis, dan peluang kolaborasi antarnegara,” ujar Muhammad Ridha Siregar.
Para narasumber dari Universiti Kebangsaan Malaysia menekankan pentingnya warisan budaya sebagai identitas, kekuatan diplomasi lunak, serta sumber nilai ekonomi bagi masyarakat. Promosi budaya antarnegara dinilai dapat memperkuat hubungan masyarakat lintas bangsa, membuka peluang kerja sama riset, serta mendorong lahirnya produk wisata yang lebih autentik dan bernilai edukatif.
Dalam sesi diskusi, Dr. Ahmad Nizam, M.M. turut menegaskan bahwa promosi pariwisata berbasis budaya perlu dikelola dengan pendekatan komunikasi pemasaran yang tepat. Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga perlu dikomunikasikan secara kreatif agar mampu menjangkau wisatawan, generasi muda, dan pasar global. “Warisan budaya memiliki nilai yang sangat kuat, tetapi nilai tersebut harus diterjemahkan ke dalam narasi, media promosi, pengalaman wisata, dan strategi branding yang relevan. Di sinilah pentingnya komunikasi pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif dalam membangun daya tarik destinasi,” jelasnya.
Kepala Pusat Riset Kita Kreatif USK, Dr. T. Meldi Kesuma, M.M., memberikan apresiasi atas terlaksananya seminar internasional ini. Ia menyampaikan bahwa Kita Kreatif USK akan terus mendorong kegiatan akademik dan riset kolaboratif yang memberi kontribusi terhadap pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan penguatan citra budaya Aceh di tingkat nasional maupun internasional. “Seminar ini bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang lebih luas. Kita ingin warisan budaya Aceh dan kawasan serumpun Melayu dapat menjadi kekuatan strategis dalam pengembangan pariwisata masa depan. Melalui kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, kita berharap lahir agenda riset, publikasi, dan program pengabdian internasional yang berkelanjutan,” ujar Dr. T. Meldi Kesuma.
Ia menambahkan bahwa Aceh memiliki kekayaan sejarah, budaya, kuliner, seni, tradisi, dan nilai-nilai Islam yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai basis pariwisata berkelanjutan. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat melalui tata kelola destinasi, promosi digital, kolaborasi lintas institusi, serta narasi budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat global.
Melalui seminar ini, Kita Kreatif USK berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat produksi pengetahuan, pengembangan jejaring internasional, dan mitra strategis dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam memperluas kontribusi Universitas Syiah Kuala dalam pengembangan promosi warisan budaya antarnegara.


Komentar
Posting Komentar