Dr. Ahmad Nizam Laksanakan Visiting Lecturer di Universiti Kebangsaan Malaysia, Perkuat Monitoring Mahasiswa Program EQUITY Student Exchange
Malaysia - Universitas Syiah Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif dosen dan mahasiswa dalam berbagai program akademik global. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan *visiting lecturer* yang dilaksanakan oleh Dr. Ahmad Nizam, S.E., M.M., dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, di Universiti Kebangsaan Malaysia pada 3 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ahmad Nizam mengajar mata kuliah Manajemen Bisnis Islam sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Kehadiran beliau di kampus mitra tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi mahasiswa yang sedang mengikuti program EQUITY Student Exchange Program World Class University di UKM.
Program ini diikuti oleh 10 mahasiswa kelas internasional Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam International Islamic Economics Program (IIEP) FEB USK. Program pertukaran ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar lintas negara kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring akademik, pertukaran wawasan, serta peningkatan kapasitas sivitas akademika dalam lingkungan pendidikan internasional.
Koordinator Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Muhammad Haris Riyaldi, M.Soc.Sc., menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki makna penting, baik dari sisi akademik maupun pembinaan mahasiswa. Menurutnya, monitoring dan evaluasi perlu dilakukan agar pelaksanaan program mahasiswa di luar negeri tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan mahasiswa menjalankan program EQUITY Student Exchange sesuai dengan rencana akademik yang telah disusun. Kehadiran Dr. Ahmad Nizam juga menjadi bagian penting dalam pendampingan mahasiswa, sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran selama mereka berada di UKM,” ujar Muhammad Haris Riyaldi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dosen dari lingkungan internal program studi menjadi sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembelajaran, memastikan capaian akademik mahasiswa tetap terarah, dan memberikan dukungan moral maupun akademik selama mereka menjalani program di luar negeri.
Sementara itu, Dr. Ahmad Nizam, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan visiting lecturer ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berbagi wawasan akademik sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antarperguruan tinggi.
“Kegiatan visiting lecturer ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk berbagi perspektif keilmuan, khususnya dalam mata kuliah Manajemen Bisnis Islam, sekaligus melihat secara langsung perkembangan mahasiswa USK yang sedang mengikuti program di UKM,” kata Dr. Ahmad Nizam.
Menurutnya, pengalaman mengajar di lingkungan kampus internasional juga memberikan nilai tambah bagi dosen, karena terjadi pertukaran gagasan, pendekatan pembelajaran, dan dinamika akademik yang lebih luas. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK. Plt. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si., M.A., menegaskan bahwa fakultas sangat mendukung berbagai agenda internasional yang memberi dampak positif bagi mahasiswa maupun dosen.
“Kami sangat mendukung program internasional seperti ini karena memberikan pengalaman akademik global bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan semacam ini juga menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas kelembagaan FEB USK menuju fakultas yang semakin kompetitif di tingkat internasional,” ungkap Prof. Faisal.
Ia menilai, keikutsertaan mahasiswa dalam program pertukaran dan keterlibatan dosen dalam kegiatan visiting lecturer merupakan langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global. Program seperti ini juga diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berinteraksi di lingkungan internasional.
Apresiasi juga datang dari pimpinan universitas. Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Mirza, S.E., MBA., DBA., memberikan penghargaan atas langkah aktif Program Studi Ekonomi Islam FEB USK dalam mendukung agenda World Class University melalui program-program yang konkret dan berdampak.
“Saya mengapresiasi Program Studi Ekonomi Islam FEB USK yang terus aktif dalam mendukung agenda World Class University. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam program internasional seperti ini menunjukkan komitmen USK untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Prof. Mirza.
Kegiatan visiting lecturer yang dilakukan oleh Dr. Ahmad Nizam ini menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi bukan hanya diwujudkan melalui mobilitas mahasiswa, tetapi juga melalui kontribusi aktif dosen dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi mitra. Kehadiran dosen USK di kampus luar negeri membawa pesan penting bahwa kualitas akademik USK mampu berkontribusi dalam forum internasional sekaligus mendampingi mahasiswa agar tetap terarah dalam mencapai tujuan program.
Bagi mahasiswa peserta EQUITY Student Exchange Program, kunjungan dosen dari kampus asal juga memberikan semangat tersendiri. Selain memperkuat aspek evaluasi akademik, kehadiran dosen menjadi bentuk perhatian institusi terhadap perkembangan mahasiswa selama berada di luar negeri. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa program pertukaran mahasiswa tidak hanya berfokus pada mobilitas, tetapi juga pada kualitas proses, pembelajaran, dan hasil yang ingin dicapai.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Islam FEB USK kembali memperlihatkan peran aktifnya dalam mendorong internasionalisasi kampus secara nyata. Sinergi antara dosen, mahasiswa, program studi, fakultas, dan universitas menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang semakin unggul dan relevan dengan tantangan global.
Dengan terlaksananya kegiatan visiting lecturer dan monitoring mahasiswa ini, diharapkan kerja sama akademik antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Kebangsaan Malaysia dapat terus diperkuat pada masa mendatang, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi dosen, pengembangan kurikulum, maupun kegiatan akademik internasional lainnya.


Komentar
Posting Komentar