Dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK Sampaikan Kuliah Manajemen Zakat dalam Program Join Collaborative Teaching USK–UKM

Banda Aceh — Dosen Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Muhammad Haris Riyaldi, M.Soc.Sc., menyampaikan kuliah bertema Manajemen Zakat dalam program Join Collaborative Teaching antara Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini berlangsung pada 31 Maret 2026 pukul 08.00 waktu Malaysia di UKM dan menjadi salah satu rangkaian dari EQUITY Student Exchange Program.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik internasional antara USK dan UKM, khususnya dalam pengembangan pembelajaran lintas kampus pada bidang ekonomi Islam. Melalui forum ini, dosen USK tidak hanya hadir sebagai mitra akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pertukaran ilmu pengetahuan dan penguatan wawasan internasional bagi mahasiswa.

Dalam kuliahnya, Muhammad Haris Riyaldi membahas manajemen zakat sebagai salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Pengelolaan zakat yang baik, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dan pendistribusian dana, tetapi juga menyangkut tata kelola kelembagaan, akuntabilitas, efektivitas program, serta kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengurangan kemiskinan.

Muhammad Haris Riyaldi menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Join Collaborative Teaching ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Ekonomi Islam FEB USK untuk terus memperluas kontribusi akademik di tingkat internasional.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dari ikhtiar kami untuk menghadirkan Prodi Ekonomi Islam FEB USK dalam ruang-ruang akademik internasional. Melalui collaborative teaching, kami tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring kelembagaan dan menunjukkan bahwa dosen-dosen USK mampu berkontribusi aktif dalam forum akademik global,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema manajemen zakat dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan ekonomi Islam kontemporer, terutama dalam konteks penguatan instrumen keuangan sosial Islam yang profesional dan berdampak.

“Manajemen zakat bukan sekadar pembahasan normatif, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola, inovasi kelembagaan, dan pemberdayaan umat. Ini menjadi topik yang sangat relevan untuk didiskusikan dalam forum internasional seperti ini,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Taufiq C. Dawood. Ia menilai bahwa partisipasi dosen dalam program pengajaran kolaboratif internasional merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas akademik fakultas sekaligus memperkuat posisi USK dalam jejaring pendidikan tinggi global.

“Kami sangat mendukung keterlibatan dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK dalam kegiatan Join Collaborative Teaching bersama UKM. Ini merupakan bentuk nyata internasionalisasi akademik yang tidak hanya berdampak pada dosen, tetapi juga pada penguatan mutu pembelajaran, jejaring institusi, dan kepercayaan diri mahasiswa untuk terlibat dalam lingkungan akademik global,” ujar Prof. Taufiq.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus diperluas karena memberikan ruang yang sangat strategis bagi pengembangan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa.

“Kolaborasi pengajaran lintas negara seperti ini harus terus diperkuat. FEB USK memiliki sumber daya akademik yang sangat baik, dan forum seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kapasitas tersebut pada level internasional,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Plt. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si., M.A. Menurutnya, pelaksanaan Join Collaborative Teaching ini menunjukkan bahwa FEB USK terus bergerak aktif dalam mendukung agenda internasionalisasi universitas.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik antara USK dan UKM. Kehadiran dosen FEB USK dalam forum collaborative teaching internasional menunjukkan komitmen fakultas untuk terus membangun pembelajaran yang terbuka, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Prof. Faisal.

Ia menambahkan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi tidak cukup hanya dilakukan melalui mobilitas mahasiswa, tetapi juga harus diperkuat melalui kolaborasi dosen dalam pengajaran, riset, dan pertukaran keilmuan.

“Kami memandang bahwa program seperti ini sangat penting karena membuka ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan perspektif akademik yang lebih luas. Ini sejalan dengan arah pengembangan FEB USK untuk menjadi fakultas yang semakin kuat dalam kolaborasi internasional,” katanya.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa EQUITY Student Exchange Program tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa peserta, tetapi juga menghadirkan ruang sinergi yang lebih luas bagi dosen dan institusi. Melalui program ini, hubungan akademik antara USK dan UKM diharapkan semakin erat dan berkelanjutan, serta mampu melahirkan berbagai kolaborasi lain di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan terselenggaranya kuliah Manajemen Zakat dalam program Join Collaborative Teaching ini, Prodi Ekonomi Islam FEB USK kembali menunjukkan kiprahnya dalam memperluas kontribusi akademik di tingkat internasional. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata peran dosen FEB USK dalam membawa perspektif ekonomi Islam ke forum global sekaligus memperkuat reputasi institusi dalam membangun kerja sama internasional yang produktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK Raih Hibah Kompetitif Penelitian dan Pengabdian Tahun 2025

USK Menjuarai Berbagai Kategori Kewirausahaan Pada UTU Awards ke 11

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari