Panitia EXSIS Ramadhan USK Gelar Pendampingan Wirausaha untuk Tenant, Perkuat Pembelajaran di Tengah Praktik Jualan

Banda Aceh, 2 Maret 2026 – Panitia EXSIS Ramadhan Universitas Syiah Kuala (USK) 2026 menyelenggarakan kegiatan pendampingan kewirausahaan khusus bagi tenant kategori mahasiswa dan alumni (lulus < 1 tahun) sebagai bagian dari penguatan pembelajaran di tengah praktik berjualan selama Ramadhan. Kegiatan bertajuk "Pendampingan Wirausaha: Usaha Gagal vs Usaha Sukses—Dari Kegagalan Menuju Kesuksesan Bisnis” ini digelar secara daring melalui Zoom pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 09.30–10.30 WIB.

Kegiatan menghadirkan narasumber Basri Effendi, S.H., M.Kn., M.H. (pengusaha property dan laundry sekaligus dosen Fakultas Hukum USK) yang membagikan pengalaman nyata perjalanan bisnisnya, termasuk pembelajaran penting dari fase kegagalan menuju penguatan strategi hingga mencapai keberlanjutan usaha. Diskusi dipandu oleh fasilitator Hendra Halim, M.E. (motivator wirausaha dan dosen FEB USK) sehingga sesi berlangsung dinamis, interaktif, dan relevan dengan tantangan yang sedang dihadapi tenant di lapangan.

Direktur Direktorat Kewirausahaan dan Alumni USK, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan salah satu ciri khas USK dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tidak berhenti pada kegiatan jual-beli semata. Menurutnya, EXSIS Ramadhan didesain sebagai ruang praktik yang harus ditopang penguatan teori dan refleksi pengalaman agar mahasiswa memiliki kapasitas wirausaha yang lebih matang. “Ini merupakan ciri khas USK—memadukan praktik dan teori. Tenant tidak hanya berjualan, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk memahami strategi bisnis, membaca pasar, dan mengelola usaha secara berkelanjutan,” ujar Prof. Rahmat Fadhil.

Dalam pemaparannya, Basri Effendi menekankan bahwa pengalaman kegagalan dalam berusaha adalah bagian dari proses belajar yang tidak bisa dihindari. Ia mendorong tenant untuk menjadikan tantangan di lapangan—mulai dari fluktuasi pembeli, persaingan produk, hingga pengelolaan keuangan harian—sebagai bahan evaluasi dan perbaikan cepat. Narasumber juga menyoroti pentingnya disiplin operasional, konsistensi kualitas produk, serta kemampuan membangun relasi pelanggan selama Ramadhan.

Sesi pendampingan ini diperkaya dengan diskusi dan tanya jawab tenant yang membahas isu praktis, seperti strategi promosi harian, cara mempertahankan repeat order, pengelolaan stok dan kualitas, serta penentuan harga yang kompetitif. Dipandu fasilitator yang berpengalaman, suasana diskusi berlangsung semarak dan terarah, sehingga tenant memperoleh masukan yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan performa penjualan dan layanan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pendampingan ini. Ia menilai penguatan kapasitas tenant melalui pembelajaran terstruktur merupakan langkah penting agar kegiatan kewirausahaan mahasiswa menghasilkan dampak jangka panjang, bukan sekadar momentum musiman. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk mental dan kompetensi wirausaha mahasiswa. Ketika praktik di lapangan diperkuat dengan pembelajaran, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dinamika usaha dan mampu bertumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Prof. Mustanir.

Panitia menyampaikan bahwa pendampingan kewirausahaan akan terus didorong sebagai bagian dari rangkaian EXSIS Ramadhan USK 2026. Melalui integrasi praktik berjualan dan pembelajaran, EXSIS diharapkan menjadi “laboratorium bisnis” yang melahirkan wirausaha muda yang tangguh, adaptif, dan siap naik kelas—baik dalam kualitas produk, layanan, maupun strategi pemasaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK Raih Hibah Kompetitif Penelitian dan Pengabdian Tahun 2025

USK Menjuarai Berbagai Kategori Kewirausahaan Pada UTU Awards ke 11

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari