EXSIS Ramadhan USK Ditutup Hari Ini, Panitia Ajak Masyarakat Ramaikan Sesi Penutupan Sore Nanti
Banda Aceh – Pelaksanaan EXSIS Ramadhan Universitas Syiah Kuala (USK) 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan hari ini. Setelah berjalan sesuai jadwal, rangkaian EXSIS Ramadhan ditutup dengan apresiasi kepada seluruh tenant, panitia, dan pihak pendukung yang telah menjaga kelancaran kegiatan selama Ramadhan. Penutupan ini sekaligus menjadi momentum transisi bagi civitas akademika untuk memasuki 10 hari terakhir Ramadhan yang identik dengan peningkatan ibadah, termasuk i’tikaf, serta persiapan mahasiswa menghadapi agenda pulang kampung (mudik).
Ketua Panitia EXSIS Ramadhan USK 2026, Khoirul Amri, M.E., menyampaikan rasa syukur karena kegiatan dapat berjalan sesuai target dan rencana yang telah disusun sejak awal. Ia menekankan bahwa EXSIS Ramadhan bukan sekadar ajang jual-beli, melainkan ruang belajar bagi mahasiswa dan alumni muda untuk menguji produk, melatih konsistensi usaha, serta memperkuat pelayanan kepada konsumen. “Hari ini EXSIS Ramadhan USK ditutup sesuai jadwal. Kami mengundang masyarakat untuk hadir dan meramaikan sesi penutupan sore nanti sebagai momen kebersamaan terakhir di EXSIS tahun ini. Setelah ini kita memasuki 10 malam terakhir Ramadhan—waktunya memperkuat ibadah, dan teman-teman mahasiswa juga mulai bersiap untuk mudik,” ujar Khoirul.
Khoirul juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama EXSIS Ramadhan, sekaligus mempertahankan nilai-nilai positif yang lahir dari kegiatan ini—mulai dari disiplin operasional, ketahanan mental usaha, hingga kemampuan beradaptasi dengan selera pasar di momen Ramadhan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kewirausahaan USK, Dr. Evi Ramadhani, M.Si., menekankan bahwa berakhirnya EXSIS Ramadhan bukan berarti berakhirnya proses belajar dan penguatan usaha mahasiswa. Menurutnya, EXSIS adalah salah satu fase akselerasi, namun yang lebih penting adalah bagaimana tenant melanjutkan usaha masing-masing setelah Ramadhan, menjaga pelanggan, dan meningkatkan kualitas produk maupun sistem usaha. “Kami mendorong agar usaha yang sudah dibangun selama EXSIS Ramadhan tetap berjalan. Setelah Ramadhan, tenant dapat kembali berjualan secara mandiri sesuai jalurnya masing-masing, sambil memperkuat manajemen usaha dan konsistensi produk. Ke depan, Bagian Kewirausahaan juga menyiapkan arah pengembangan usaha mahasiswa pasca Ramadhan agar brand yang sudah terbentuk tidak berhenti hanya di momentum Ramadhan,” kata Dr. Evi Ramadhani.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan pasca Ramadhan dapat diarahkan pada penguatan aspek yang lebih berkelanjutan, seperti peningkatan kualitas produksi, pembenahan kemasan dan branding, penguatan kanal pemasaran digital, serta perluasan jejaring kolaborasi agar usaha mahasiswa dapat terus bertumbuh.
Dengan berakhirnya EXSIS Ramadhan USK 2026, panitia berharap pengalaman praktik yang diperoleh tenant selama kegiatan dapat menjadi bekal penting untuk pengembangan wirausaha muda di lingkungan kampus. Selain menjadi ruang ekonomi kreatif Ramadhan, EXSIS juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan praktik dan teori—membangun kapasitas mahasiswa untuk lebih siap menghadapi dunia usaha. Panitia juga mengimbau seluruh tenant untuk menuntaskan kewajiban penutupan operasional dengan tertib, menjaga kebersihan area, serta mengikuti arahan panitia terkait pembongkaran dan penyelesaian administrasi kegiatan.

Komentar
Posting Komentar