Setelah 20 Hari Mengabdi, 50 Mahasiswa USK Dijemput Kembali ke Kampus
Bireuen, 21 Februari 2026 — Setelah menuntaskan pengabdian selama 20 hari, sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) resmi dijemput kembali ke kampus dalam rangka penutupan Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026.
Kegiatan penjemputan dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, bertempat di meunasah Desa Rancong, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Acara berlangsung khidmat dan disambut oleh Keuchik Rancong, Camat Kuta Blang, serta para perangkat Gampong Rancong.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan dengan kesan dan pesan dari mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menyampaikan pengalaman selama menjalankan program pemberdayaan, termasuk pembelajaran langsung dari dinamika masyarakat serta pentingnya kerja kolaboratif di lapangan.
Selanjutnya, Keuchik Rancong, Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi dosen pengabdi dan mahasiswa yang telah mendampingi masyarakat selama program berlangsung. Ia juga menyoroti manfaat nyata dari bantuan yang diberikan melalui program ini. “Pemerintah dan masyarakat Rancong menyambut baik dan berterima kasih atas bantuan para dosen pengabdi, mahasiswa, serta inovasi alat penyaringan air minum yang dihibahkan oleh Kemdiktisaintek RI melalui program ini. Bantuan tersebut sangat membantu masyarakat,” ungkap Junaidi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc. Ia menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan dukungan pemerintah gampong serta masyarakat selama masa pengabdian. Dalam pesannya, Prof. Rahmat menekankan agar mahasiswa tetap membawa spirit kebermanfaatan setelah kembali ke kampus. “Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Saya berharap mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan program saja, tetapi terus menjaga semangat untuk memberi dampak di mana pun berada,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kuta Blang, Erizal, S.TP., M.M., dalam pidato sambutannya menegaskan harapan agar kolaborasi antara USK dan pemerintah daerah terus berlanjut di masa mendatang. Ia menilai sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah gampong dan kecamatan merupakan modal penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah yang rentan terdampak bencana. “Kami ingin kolaborasi ini tetap terjalin. Kehadiran mahasiswa dan dosen menjadi dukungan nyata bagi masyarakat, dan kami berharap kerja sama seperti ini bisa berlanjut dengan program-program berikutnya,” kata Erizal.
Acara penjemputan kemudian ditandai dengan pelepasan mahasiswa KKN secara simbolis melalui pelepasan jas almamater, sebagai penanda berakhirnya masa tugas mahasiswa di Desa Rancong. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan logistik serta penyerahan bantuan peralatan inovasi, yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama, menegaskan komitmen kebersamaan antara mahasiswa, dosen, serta pemerintah gampong dan kecamatan dalam memperkuat upaya pemulihan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan berakhirnya program ini, USK kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir tidak hanya melalui pendidikan dan riset, tetapi juga melalui pengabdian yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.



Komentar
Posting Komentar