Masyarakat Desa Rancong, Bireuen Ucapkan Terima Kasih kepada Kemdiktisaintek RI atas Hibah Alat Penjernih Air Siap Minum
Bireuen, 21 Februari 2026 – Dalam upaya nyata memitigasi dampak bencana hidrometeorologi, sebuah kolaborasi lintas sektor melalui "Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026" resmi dilaksanakan di Kabupaten Bireuen. Program ini menghadirkan solusi konkret berupa penyediaan air bersih melalui penerapan teknologi dan inovasi bagi warga pedesaan.
Fokus utama kegiatan ini adalah Program Penyediaan Air Bersih Bagi Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi yang berlokasi di Desa Rancong, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Kegiatan lapangan dan serah terima inovasi ini berlangsung dalam periode 2 hingga 21 Februari 2026.
Program ini dipimpin oleh tim pengabdi ahli yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc., dan Hendra Halim, M.E. Kehadiran tim ini merupakan bagian dari mandat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia selaku sumber pendanaan utama kegiatan.
Camat Kuta Blang, Erizal, S.TP., M.M., dalam pernyataannya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian besar yang diberikan kepada wilayahnya. Ia berharap program ini menjadi katalisator pemulihan kondisi lingkungan dan sosial masyarakat pascabencana.
Sementara itu, Keuchik Rancong, Junaidi, menyampaikan apresiasi mendalam saat menerima hibah alat secara simbolis. "Kami sangat berterima kasih kepada para dosen pengabdi, mahasiswa, dan pemerintah pusat. Inovasi alat penyaringan air minum yang dihibahkan melalui program Kemdiktisaintek RI ini adalah solusi yang selama ini dibutuhkan warga untuk mendapatkan air layak konsumsi secara praktis," tuturnya.
Produk hasil penerapan teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan krisis air bersih yang sering terjadi di Sumatra akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Dengan melibatkan mahasiswa secara aktif, program ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) agar masyarakat Desa Rancong mampu mengelola sumber daya air mereka secara mandiri.
Semangat "Tut Wuri Handayani" yang diusung dalam program ini diharapkan terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi serupa yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil dan terdampak bencana.


Komentar
Posting Komentar