Dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK Berpartisipasi pada Friends of Creative Economy 2025
Jakarta, 21 Oktober 2025 - Dosen Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Hendra Halim, M.E., berpartisipasi pada Friends of Creative Economy (FCE) 2025. Keterlibatan ini menegaskan komitmen Prodi Ekonomi Islam FEB USK dalam jejaring ekonomi kreatif berskala internasional serta penguatan ekosistem kewirausahaan kreatif berbasis kampus.
Koordinator Prodi Ekonomi Islam FEB USK, Muhammad Haris Riyaldi, M.Soc.Sc., menyampaikan dukungannya atas partisipasi aktif dosen dalam forum internasional. “Kami mendukung penuh dosen Prodi Ekonomi Islam yang konsisten mengikuti kegiatan skala internasional. Pengalaman yang diperoleh akan diimplementasikan dalam pembelajaran dan dibagikan di ruang kuliah kepada mahasiswa, selaras dengan visi USK untuk melahirkan talenta unggul yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, menekankan pentingnya sinergi antara riset dan kebijakan dalam mendorong sektor kreatif. “FCE menjadi ruang strategis untuk menyerap praktik terbaik dan tren kebijakan global. Dosen-dosen kita diharapkan mampu menerjemahkan pembelajaran tersebut menjadi riset terapan dan model kebijakan yang mendukung pelaku ekonomi kreatif di daerah,” katanya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof. Dr. Faisal, S.E., M.Si., M.A., menegaskan bahwa partisipasi dosen pada FCE 2025 sejalan dengan agenda internasionalisasi dan hilirisasi pengetahuan di FEB USK. “Kami mendorong kolaborasi lintas-sektor (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) agar hasil pembelajaran dari FCE dapat bermuara pada program konkret: kurikulum adaptif, pendampingan UMKM kreatif, akses pasar, serta skema pembiayaan yang inklusif,” jelasnya.
Melalui keikutsertaan perwakilan di FCE 2025, Prodi Ekonomi Islam FEB USK meneguhkan peran kampus sebagai knowledge hub sekaligus policy partner bagi pengembangan ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan memperkaya materi perkuliahan, memperluas kesempatan kolaborasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi mahasiswa serta pelaku kreatif, khususnya di Aceh.


Komentar
Posting Komentar