Dewan Pakar Kita Kreatif USK Jadi Keynote Speaker di 4th International Business and Economics Conference (IBEC) 2025

Medan, Kamis, 16 Oktober 2025 — Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala kembali menorehkan kiprah internasional. Salah satu Dewan Pakarnya, Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya USK), tampil sebagai Keynote Speaker pada 4th International Business and Economics Conference (IBEC) 2025 yang diselenggarakan STIE Eka Prasetya di Le Polonia Hotel & Convention, Medan. Mengusung tema “Inspiring Change: Innovation Together for the Future of the ASEAN Economy,” IBEC 2025 mempertemukan akademisi dan praktisi lintas negara untuk berbagi gagasan dan praktik terbaik menuju akselerasi ekonomi kawasan ASEAN.

Selain Prof. Marwan, jajaran pembicara kunci juga diisi oleh akademisi regional dan internasional, yakni Prof. Dr. Sipnarong Kanchanawongpaisan (Shinawatra University, Thailand), Prof. Dr. Fides del Castillo (De La Salle University, Filipina), Dr. Phan Bao Giang (University of Economics and Finance/UEF, Vietnam), dan Assoc. Prof. Dr. Muhammad Hafiz Abd. Rashid (Universiti Teknologi MARA/UiTM, Malaysia). Kehadiran mereka memperkaya perspektif lintas disiplin terkait inovasi, transformasi digital, dan kolaborasi ekonomi di kawasan.

Dalam paparannya, Prof. Marwan menyoroti perkembangan wisata Islami di Aceh sebagai salah satu alokator nilai bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menggarisbawahi pentingnya standar halal-thayyib, penguatan ekosistem pelaku, serta integrasi riset–kebijakan–industri untuk memperkuat daya saing destinasi. “Pengembangan wisata Islami di Aceh tidak hanya berbicara soal kepatuhan pada standar, melainkan juga pengalaman autentik, kemudahan akses, dan keberlanjutan. Sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan komunitas adalah kunci agar manfaat ekonomi dirasakan luas, sekaligus menjaga nilai dan identitas lokal,” paparnya.

Apresiasi terhadap kontribusi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Riset Kita Kreatif USK, Dr. T. Meldi Kesuma, S.E., M.M. Ia menilai kehadiran Prof. Marwan sebagai keynote mewakili konsistensi USK—melalui Kita Kreatif—dalam menyebarluaskan hasil kajian dan praktik baik ke forum internasional. “Kami mengapresiasi kontribusi besar Prof. Marwan selaku Dewan Pakar yang bersedia menjadi keynote speaker mewakili pusat riset. Semoga ini menjadi pendorong peringkat pusat riset pada penilaian tahun ini,” ujarnya.

Dukungan kolaborasi lintas institusi turut ditegaskan oleh Ketua STIE Eka Prasetya, Dr. Sri Rezeki, S.E., M.Si. Dalam sambutan pembukaan, ia menyebut Universitas Syiah Kuala melalui Kita Kreatif telah tiga tahun berturut-turut mengirimkan perwakilan sebagai presenter di IBEC. “Ini adalah kemitraan strategis yang perlu dipertahankan. Kolaborasi berkelanjutan antar kampus di kawasan akan mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat jejaring riset yang relevan bagi perekonomian ASEAN,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan dukungan penuh atas kinerja Kita Kreatif yang aktif berkontribusi di berbagai forum internasional. “Aktivitas internasional seperti IBEC mempertegas peran USK sebagai universitas berorientasi sosio-teknopreneur. Kami mendorong pusat-pusat riset untuk terus berjejaring, memperkuat reputasi akademik, dan menghadirkan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, khususnya di Aceh,” tegasnya.

Penyelenggaraan IBEC 2025 di Medan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan agenda riset dan inovasi yang berkelanjutan, sekaligus memastikan inklusivitas manfaat ekonomi di tingkat lokal dan regional. Dengan partisipasi aktif USK—melalui Kita Kreatif—forum ini diharapkan melahirkan inisiatif kolaborasi riset, program pengembangan kapasitas, dan kemitraan industri yang lebih terarah, terutama pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata yang menjadi kekuatan kawasan.

IBEC merupakan konferensi tahunan yang diinisiasi STIE Eka Prasetya sebagai wadah diseminasi riset dan jejaring kolaborasi pada bidang bisnis dan ekonomi. Edisi ke-4 ini menekankan inovasi bersama (innovation together) sebagai strategi menghadapi disrupsi, sekaligus merumuskan peta jalan sinergi perguruan tinggi–industri–pemerintah untuk masa depan ekonomi ASEAN yang tangguh dan berdaya saing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK Raih Hibah Kompetitif Penelitian dan Pengabdian Tahun 2025

USK Menjuarai Berbagai Kategori Kewirausahaan Pada UTU Awards ke 11

Khairun Nisa (Yusa Kitchen) Raih Tenant Omzet Tertinggi EXSIS Ramadhan USK 2026, Bukukan Rp25,74 Juta dalam 20 Hari