Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam FEB USK Praktik Jualan di EXSIS Ramadhan, Implementasi Mata Kuliah Proyek Sosio Teknpreneur
Banda Aceh – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan praktik berjualan di EXSIS Ramadhan USK sebagai bagian dari implementasi pembelajaran pada mata kuliah Proyek Sosio Teknopreneur. Kegiatan praktik ini berlangsung pada Senin, 9 April 2026, mulai pukul 16.30–18.30 WIB, dengan fokus penjualan jajanan berbuka Ramadhan.
Sebanyak 10 kelompok tenant yang masing-masing beranggotakan 4–5 orang mahasiswa turut ambil bagian dalam praktik lapangan tersebut. Para mahasiswa merupakan peserta mata kuliah Proyek Sosio Teknopreneur dari kelas EKI2 dan EKI4, yang diampu oleh Hendra Halim, M.E., Ledy Mahara Ginting, M.Sc., Najla, M.Si., dan Dewi Suryani Sentosa, M.E. Keterlibatan mahasiswa dalam EXSIS Ramadhan ini diarahkan untuk memberi pengalaman bisnis nyata, mulai dari perencanaan produk, penentuan harga, promosi, hingga pelayanan konsumen di jam puncak jelang berbuka.
Salah satu dosen pengampu, Najla, M.Si., menyampaikan bahwa praktik berjualan di EXSIS Ramadhan merupakan metode pembelajaran yang relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah, khususnya dalam membangun mental wirausaha, kemampuan kerja tim, dan keterampilan membaca pasar. “Praktik ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan—bagaimana menyusun strategi produk, melayani konsumen, mengelola waktu, dan mengevaluasi hasil penjualan. Ini pembelajaran yang utuh karena mahasiswa mengalami sendiri dinamika pasar, terutama pada jam-jam menjelang berbuka,” ujar Najla.
Koordinator Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, M. Haris Riyaldi, M.Soc.Sc., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan para dosen pengampu dengan memanfaatkan EXSIS sebagai laboratorium kewirausahaan kampus. Menurutnya, pendekatan berbasis praktik seperti ini selaras dengan kebutuhan penguatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja dan dunia usaha. “Kami mengapresiasi ide dan inisiatif para dosen pengampu yang menghadirkan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini bukan hanya melatih mahasiswa berjualan, tetapi juga melatih sikap profesional, komunikasi, kerja tim, dan kemampuan membaca peluang. Ini langkah baik untuk memperkuat kompetensi lulusan,” kata M. Haris Riyaldi.
Ketua Panitia EXSIS Ramadhan USK, Khoirul Amri, M.E., menyambut baik keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah dan menegaskan bahwa EXSIS Ramadhan terbuka untuk kolaborasi akademik lintas program studi. Ia juga mendorong agar kesempatan serupa dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mata kuliah lain. “EXSIS Ramadhan bukan hanya ruang jualan, tetapi ruang belajar. Kami sangat terbuka dan memberi kesempatan kepada dosen-dosen lain untuk melaksanakan kegiatan serupa—mengintegrasikan praktik kewirausahaan mahasiswa dengan pembelajaran di kelas, tentu dengan pengaturan teknis agar tetap tertib dan nyaman,” ujar Khoirul Amri.
Dukungan juga disampaikan Direktur Direktorat Kewirausahaan dan Alumni USK, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., yang menilai keterlibatan mahasiswa dalam praktik usaha di EXSIS merupakan bentuk penguatan ekosistem kewirausahaan kampus yang inklusif. “Kami mendukung kegiatan pembelajaran seperti ini karena EXSIS bersifat inklusif—bisa menjadi ruang praktik bagi berbagai program studi. Ketika mahasiswa belajar wirausaha langsung di lapangan, mereka bukan hanya belajar menjual, tetapi juga belajar membangun nilai, layanan, dan strategi yang berkelanjutan,” ungkap Prof. Rahmat Fadhil.
Praktik berjualan oleh mahasiswa Prodi Ekonomi Islam FEB USK ini diharapkan menjadi model pembelajaran yang dapat direplikasi pada mata kuliah lain, sekaligus memperkuat posisi EXSIS Ramadhan sebagai ruang kolaborasi antara kegiatan kewirausahaan kampus dan proses pembelajaran akademik. Panitia menilai integrasi praktik dan teori seperti ini memberi dampak ganda: meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa serta menambah variasi produk dan atmosfer kegiatan EXSIS Ramadhan USK.


Komentar
Posting Komentar